KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Berkas Rina Masuk Tahap Akhir Penyelesaian


SUARA MERDEKA.com – Minggu, 02 Februari 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Berkas penyidikan mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani memasuki tahap akhir penyelesaian. Saat ini, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memperkuat dan melengkapi berkas penyidikan untuk perkara korupsi subsidi perumahan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), sekaligus berkas dugaan pencucian uang atas korupsi yang membelit Rina itu.

“Sudah finalisasi. Bulan ini semoga bisa selesai dan lengkap. Kemudian bisa dilimpahkan ke pengadilan,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Jawa Tengah, Masyhudi, Minggu (2/2).

Kejati telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset rina terkait dua kasus pidana tersebut. “Nilai aset yang disita masih dihitung. Karena nilainya kan berkembang ya. Misalnya aset itu dulu dibeli seharga berapa, sekarang harganya berapa. Aset tanah misalnya, kan juga tergantung tiap daerah. Di Karanganyar tentunya beda dengan di Semarang,” lanjut Masyhudi.

Terkait penyitaan aset, Rina sudah melaporkan penyidik Kejati Jawa Tengah ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Rina juga mengadu ke Komisi III DPR RI, agar memberi rekomendasi kepada Kejati Jawa Tengah dan Kejaksaan Agung untuk mengevaluasi penyitaan tersebut. Pasalnya, saat penggeledahan dan penyitaan asetnya, Rina mengaku dibatasi haknya sebagai warga negara.

Terkait pelaporan Rina itu, Masyhudi tidak mempermasalahkannya. “Itu merupakan hak yang bersangkutan (Rina-red). Itu justru akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Tapi kalau sedikit-sedikit penegak hukum dilaporkan ya bagaimana mau bekerja,” katanya. Hingga saat ini Kejati belum melakukan penahanan terhadap Rina Iriani.

Presidium Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak Kejati untuk segera menahan Rina. “Kalau tidak segera ditahan, suatu waktu bisa saja berlaku tidak kooperatif kan. Kejati juga tidak jelas mengukur pentingnya penahanan. Pekan lalu, mantan pejabat Perum Perumnas baru sekali diperiksa, langsung ditetapkan sebagai tersangka justru langsung ditahan.
Rina ini sudah diperiksa tiga kali kok belum ditahan. Dasarnya apa?” tandas Boyamin.

Korupsi subsidi perumahan Kemenpera itu terjadi di Karanganyar tahun 2007-2008. Saat itu Kemenpera mengucurkan dana Rp 35 miliar ke Koperasi Serba Usaha Sejahtera. Diduga, Rina berperan merekomendasikan koperasi itu sebagai lembaga keuangan non bank yang layak menyalurkan subsidi.

Dana subsidi digunakan untuk pembangunan perumahan sederhana di Griya Lawu Asri, Dukuh Jeruksawit Gondanglegi, Karanganyar. Selain itu untuk rehabilitasi rumah sederhana yang lokasinya di seluruh Karanganyar.

Sasaran subsidi itu adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Namun sebanyak Rp 18,4 miliar tidak sampai ke sasaran. Rina sendiri disangka menerima Rp 11,1 miliar untuk keperluan pemenangannya dalam Pilkada Karanganyar 2008, serta untuk keperluan pribadinya.

( Eka Handriana / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/02/02/189522

3 Februari 2014 - Posted by | KARANGANYAR

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: