KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kejaksaan Geledah Kantor Kontraktor


SUARA MERDEKA – Jum’at, 07 Februari 2014

  • Dugaan Korupsi DPID

DEMAK – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak menggeledah kantor CV Nusa Cipta Utama di Perumahan Indah Nusa Permai D/7 RT 4/RW 2 Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kamis (6/2). Penggeledahan tersebut terkait pengumpulan barang bukti kasus dugaan korupsi Dana Pengembangan Infrastruktur Daerah (DPID) di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tahun Anggaran 2011.

CV Nusa Cipta Utama merupakan rekanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Demak yang mengerjakan dua proyek talut di Dukuh Bogorame dan Dukuh/Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung. Kajari Zairida melalui Kasi Pidsus Dafit Supriyanto mengatakan, sejumlah dokumen penting terkait kasus tersebut berhasil didapatkan. “Kami menyita dua dokumen kontrak, tiga rekening koran, tujuh lembar kuitansi pembayaran dan satu catatan pengeluaran perusahaan. Dari bukti-bukti ini akan ditelusuri ke mana saja aliran uang tersebut mengalir,” katanya, kemarin.

Ia masih enggan menyebutkan siapa saja yang menerima aliran uang tersebut, meski bisa terlihat dari data administrasi pengeluaran maupun rekening koran perusahaan. Menurut Dafit, informasi tersebut masih dirahasiakan guna kepentingan penyidikan. Berdasar bukti-bukti itu nantinya, kejaksaan akan meminta bantuan BPKP untuk menghitung kerugian negara. Kejaksaan sendiri sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi DPID yang bersumber dari APBD II TA 2011.

Keduanya adalah EM selaku penyedia barang dan jasa (kontraktor) serta HB sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Dijelasakannya, nilai anggaran proyek DPID secara keseluruhan mencapai Rp 10 miliar. Ada sekitar 35 paket kegiatan, tapi kejaksaan baru menemukan dua paket yang disinyalir terjadi penyimpangan. Dua paket kegiatan ini adalah pembangunan talud dua perdukuhan di Desa Timbulsloko dengan nilai anggaran masing-mnasing sebesar Rp 423 juta.

45 Persen

“Hasil penyidikan sementara, volume pekerjaan yang belum terselesaikan sekitar 45 persen dari spesifikasi kontrak. Untuk pastinya nanti akan dihitung BPKP,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) meminta Kejari Demak untuk menelusuri dua proyek DPID berupa pembangunan talut penahan gelombang sepanjang 600 meter di Dukuh Timbulsloko dan Bogorame Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung. Penyelidikan kasus tersebut berlangsung sejak November 2013. Pakar konstruksi talut dari Undip yang didatangkan ke lokasi menyatakan, bahwa talut tersebut tidak terdapat pondasi bawah yang berfungsi sebagai penguat.(J9-72)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/02/07/251703/Kejaksaan-Geledah-Kantor-Kontraktor

7 Februari 2014 - Posted by | DEMAK

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: