KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi Puskesmas Tegal Barat : Anggaran Gedung Disunat


SUARA MERDEKA – Kamis, 10 Juli 2014

SEMARANG – Sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas Tegal Barat dengan terdakwa Direktur Utama PT Raja Proyek Ade Rama Prasetya, kemarin, memasuki tahap mendengarkan keterangan saksi. Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, pemilik toko besi, Agus Riyanto yang menyuplai seluruh material untuk pembangunan puskesmas itu menyebutkan, uang yang seharusnya diberikan kepada dirinya ternyata beberapa kali dipotong oleh terdakwa.

Agus mengaku dalam beberapa termin pencairan proyek ada sejumlah potongan mulai dari Rp 75 juta, Rp 125 juta. Bahkan ada potongan sampai dua kali masing-masing senilai Rp 15 juta, dan permintaan Rp 20 juta sehingga jumlahnya sekitar Rp 250 juta. ”Hitungan termin saya nggak paham tapi seingat saya ada potongan itu total jumlahnya sampai Rp 250 juta. Tapi waktu dipotong dapatnya segitu saya nggak bisa komplain takut pekerjaannya malah kacau dan tidak balik modal. Di awal ketemu Pak Gunawan secara lisan pernah menjanjikan sejumlah uang jika proyek ini selesai,” ujar Agus di hadapan majelis hakim yang diketuai Hastopo.

Keterangan saksi Agus ini membuat majelis hakim bingung karena sempat berubah-ubah. Agus juga menceritakan setelah proyek selesai tokonya terpaksa tutup karena merugi Rp 250 juta. Namun kerugiannya itu terjadi akibat fluktuasi bahan material khususnya besi beton yang melonjak tajam, bukan karena tidak dibayar oleh terdakwa.

Suplai Material

Sementara, saksi lain Direktur PT Raja Proyek Gunawan Budi Haryanto me-ngaku tidak pernah menjanjikan Rp 100 juta kepada Agus yang menyuplai material dalam proyek puskesmas ini. ”Saya kenal Agus karena langganan tempat beli material. Raja Proyek kan baru satu tahun waktu itu belum pengalaman jadi saya minta tolong beliau suplai material,” ujar Gunawan.

Atas keterangan saksi Agus, terdakwa Rama membantah keras semua yang sudah disampaikan di depan majelis. ”Keterangan saksi Agus itu seribu persen bohong. Memang pernah mengambil uang di BPD total Rp 700 juta itu di awal pekerjaan dan Raja Proyek tidak kasbon tapi hanya memberi lebih sebagai modal,” terangnya.

Kasus ini bermula pascarobohnya atap puskesmas di tepi Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, saat hujan deras pada 5 Februari 2012. Dari kesimpulan ahli Universitas Negeri Semarang (Unnes), atap roboh karena kualitas beton tidak sesuai bestek.
Puskesmas Tegal Barat dibangun pada 2008 oleh PT Raja Proyek, rekanan Dinas Kesehatan Kota Tegal. Anggaran pembangunannya mencapai Rp 1,53 miliar. Dari hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi itu sebesar Rp 178 juta. (J14,J17-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/07/10/266976

10 Juli 2014 - Posted by | TEGAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: