KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korban “Nyanyian” Nazaruddin Bertambah


SUARA MERDEKA – Rabu, 23 April 2014

JAKARTA- Korban “nyanyian” mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin bertambah lagi. Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai penyidikan dugaan korupsi pengadaan paket kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di Kementerian Dalam Negeri.

KPK menetapkan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto sebagai tersangka.

Sebelumnya, Nazaruddin dalam kasus Hambalang telah menyeret mantan katua umum DPP PD Anas Urbaningrum, mantan Menpora Andi Alifian Malarangeng. Juga terpidana korupsi Wisma Atlet dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Angelina Sondak terlebih dulu menjadi korban.

’’Setelah dilakukan gelar perkara terkait penyelidikan E-KTP maka didapat dua alat bukti yang cukup dan disimpulkan ada dugaan tindak pidana korupsi terkait pengdan E-KTP, penyidik menetapkan S selaku PPK di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebagai tersangka,’’ kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo di Gedung KPK, Selasa (22/4).

Anak buah Mendagri Gamawan Fauzi ini diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 susbsidair pasal 3 Undang-undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. ”Anggaran yang digunakan dalam proyek ini dari pagu anggaran 2011-2012 dengan nilai Rp 6 triliun,’’ ujar Johan.

Soal kerugian negara, Johan mengaku masih terus melakukan penghitungan. ’’Masih dihitung,’’katanya.

Siap Diperiksa

Terpisah, Gamawan Fauzi mengatakan siap dipanggil KPK untuk dimintai keterangan terkait penetapan tersangka salah satu direktur di kementeriannya dalam korupsi pengadaan E-KTP.

“Kita tahu KPK ini profesional, silakan kalau diperlukan kami akan memberikan dukungan,” ujarnya. Namun Gamawan mengaku belum mengetahui secara detail mengenai kasus tersebut. Karena itu dia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. “Silakan proses hukum berjalan, kami akan membantu apa yang dibutuhkan KPK. Saya belum tahu jelas, tunggu KPK nanti, malah saya baru tahu,” katanya.

Sementara itu KPK juga menggeledah kantor Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri di Jalan Taman Makam Pahlawan Nomor 17 Kalibata, Jakarta Selatan. Sekitar tujuh penyidik menggeledah sejumlah ruangan di gedung pendataan penduduk tersebut.

Enam orang di antaranya mengenakan rompi berlogo KPK di punggung dan satu petugas perempuan tanpa rompi. Satgas pemberantasan korupsi itu mulai bekerja sekitar pukul 15.00. Mereka tampak naik turun lift gedung. Sementara itu, ruang lobi kantor dikunci dan dijaga petugas keamanan internal.

Di luar lobi terparkir mobil dinas Toyota Camry B- 1893-RFS. “Iya ini mobil Sugiharto,” kata seorang pegawai. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan penyidik mengeledah dua lokasi terkait kasus korupsi E-KTP. Menurut Bambang, pengeledahan itu merupakan tahapan dari pendalaman kasus. “Ya itu kita sudah beberapa kali ekspose, sudah meningkatkan tahapan dan tadi sudah dilakukan di dua tempat kalau nggak salah.

Salah satunya di di Kalibata,” ujar Bambang Bambang mengungkapkan kasus yang menjerat Sugiharto sudah didalami KPK sejak lama. Pengembangan kasus dilakukan karena juga banyaknya laporan dari masyarakat mengenai pelaksanaan program tersebut. “Sudah kami periksa semua. Sampai teknologinya juga kami periksa,” ucapnya. (J13,viva-80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/23/259572

28 April 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: