KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KPK Berhasil Selamatkan Rp1.193 Triliun

SUARA MERDEKA.com – Minggu, 06 April 2014

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pada 2013 KPK berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara Rp1.193 triliun dari aspek penindakan, antara lain dengan menyita sejumlah aset koruptor lalu melelangnya. Jumlah tersebut, lebih sedikit daripada yang berhasil diselamatkan KPK dari aspek pencegahan yang mencapai Rp2.284 triliun.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad pada seminar Masa Depan Pemberantasan Korupsi Perspektif Hukum dan Politik di Universitas Muhamadiyah Magelang di Magelang, Sabtu (5/4).

Kasus korupsi di Indonesia menurut Abraham Samad telah mengalami evolusi dan metamorfosa dengan para pelaku yang berasal dari kalangan generasi muda.
“Zaman dulu yang melakukan korupsi adalah orang-orang di atas 40 tahun, sekarang para pelakunya dari kalangan generasi muda. Jadi korupsi di Indonesia telah mengalami evolusi,” katanya pada seminar Masa Depan Pemberantasan Korupsi Perspektif Hukum dan Politik di Universitas Muhamadiyah Magelang di Magelang, Sabtu (5/4).

Ia mencontohkan terpidana kasus korupsi Hambalang Nazarudin masih relatif muda, usianya 32 tahun, dan pelaku korupsi di pegawai pajak yang ditangkap KPK malah berusia lebih muda lagi, yakni 29 tahun.

Korupsi, lanjut dia juga mengalami metamorfosa. Pada masa lalu, korupsi dilakukan dengan cara sederhana dan tradisional, seperti pungutan liar terhadap pembuatan KTP. Saat ini, katanya, berubah wujud menjadi kejahatan yang canggih, dilakukan orang-orang berpendidikan tinggi, dan sulit terdeteksi hukum biasa, seperi tindak pidana pencucian uang.

Oleh karena itu, untuk menangani kasus korupsi di Indonesia katanya, harus menggunakan metode yang tidak biasa. Ia mengemukakan jika masih dengan metode biasa maka penegak hukum tidak mungkin bisa memberantas kasus korupsi di Indonesia.

Pada 2011-2015, KPK telah menyusun “roadmap” pemberantasan korupsi agar tidak bekerja serampangan. “Kami tidak mau berfungsi sebagai pemadam kebakaran, tetapi harus mencari penyebab atau akar korupsi itu, kemudian melakukan metode pendekatan dan pencegahan korupsi,” katanya.

( OKZ / CN39 )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/04/06/197341/KPK-Berhasil-Selamatkan-Rp1.193-Triliun

6 April 2014 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

Usai Kampanye, Caleg PKS DPR RI Dieksekusi Kejaksaan

SUARA MERDEKA.com – Minggu, 06 April 2014
image

MENUJU LP: Caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil I Jawa Tengah, Agus Warsito dikawal masuk mobil Unit Resmob Polres Semarang dari Kejaksaan Negeri Ambarawa menuju Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-A Ambarawa, Sa


AMBARAWA, suaramerdeka.com
– Agus Warsito, yang tercatat sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil I Jawa Tengah, Sabtu (5/4) sore, dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Ambarawa. Eksekusi sendiri, melibatkan Unit Reserse Mobil (Resmob) Polres Semarang mengingat Agus yang tercatat sebagai warga Desa Jetak, Getasan, Kabupaten Semarang ini beberapa hari belakangan sulit dilacak jejaknya.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambarawa, Sila H Pulungan melalui Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Ambarawa, Hari Muri mengatakan, pihaknya bersama Tim Resmob sebelum melakukan eksekusi sempat mendapat informasi yang bersangkutan berada di wilayah Kota Salatiga, Jawa Tengah bersama Presiden PKS Anis Matta dalam rangka menghadiri kampanye putaran terakhir.

“Yang bersangkutan mau menyerahkan diri secara kooperatif untuk kami eksekusi ketika berada Salatiga,” katanya kepada wartawan.

Untuk diketahui, berdasarkan putusan MA Nomor 1175 K/PID/2010 yang diunggah di situs resmi MA http://putusan.mahkamahagung.go.id menyatakan bila Caleg DPR RI dari PKS Dapil I Jawa Tengah nomor urut 4 yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Dekopinda Kabupaten Semarang itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan menghalangi pemilihan umum kepala desa sebagaimana diatur dalam Pasal 148 KUHP.

Informasi yang dihimpun Suara Merdeka terpidana Agus Warsito usai mengikuti kampanye sekitar pukul 15.40, diduga telah mengetahui jika dibuntuti oleh anggota Resmob Polres Salatiga. Dirinya bersama beberapa kader kemudian memacu kendaraan Toyota Avanza B 1839 SKI dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya berhasil dihentikan oleh tim gabungan Kejaksaan Negeri Ambarawa dan Polres Semarang di jalan raya menuju Pengadilan Negeri Kota Salatiga.

Disinggung mengapa eksekusi tidak dari dahulu atau setelah putusan MA turun, Hari Murti menyampaikan, intinya pihaknya sudah berusaha melakukan hal itu namun tidak kunjung membuahkan hasil.

“Dia sudah kita imbau untuk menyerahkan diri, usaha sudah kita lakukan sehingga diambil langkah eksekusi bersama tim dari Polres,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, pascadihentikan di Salatiga, Agus bersama istri didampingi Wakil Wali Kota Salatiga, Muhammad Haris dan sejumlah simpatisan sempat digelandang ke Kejaksaan Negeri Ambarawa yang berlokasi di Desa Ngampin, Ambarawa. Di Kejaksaan, dia sempat menjalankan salat magrib di musala dengan penjagaan ketat aparat.

Kepada wartawan yang sudah menunggu sejak sore, Agus mengaku dirinya menyerahkan diri dan mobilnya tidak dihentikan di Kota Salatiga.

“Saya dan petugas ketemu di Salatiga dalam rangka menyampaikan niat untuk segera menyerahkan diri terkait putusan kasasi status hukumnya dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya saya akan memberikan contoh yang baik sebagai warga negara yang taat hukum,” ujarnya.

Meski akan menjalani penahanan di LP Kelas II-A Ambarawa, dirinya menandaskan sekaligus meminta kepada pendukungnya untuk tetap solid bekerja keras dalam rangka membawanya ke kursi DPR RI.

“Insallah kami akan melakukan apa yang sudah menjadi keputusan, yakni penjara enam bulan. Sehingga pada saat dilantik nanti, saya yakin sudah selesai menjalankan putusan kasasi MA,” tandasnya.

( Ranin Agung / CN39 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/04/06/197343/Usai-Kampanye-Caleg-PKS-DPR-RI-Dieksekusi-Kejaksaan

6 April 2014 Posted by | UNGARAN - KAB. SEMARANG | Tinggalkan komentar

Permata Zahra Akui Barang Sesuai Spek

SUARA MERDEKA.com – Minggu, 06 April 2014

PURBALINGGA, suaramerdeka.com – PT Permata Zahra selaku penyedia alat olahraga mengakui kalau barang yang dipesan oleh PT Toyareja dalam mengadaan alat olahraga dinas pendidikan sudah sesuai spesifikasi yang diajukan.

Hal ini diungkapkan oleh manager PT Permata Zahra saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam mengadaan alat olahgara di Dinas Pendidikan Purbalingga, Sabtu (5/4).

“Kita belum banyak menggali keterangan dari PT Permata Zahra, karena saat pemeriksaan, direkutur mengaku sakit, dan ini dibuktikan dengan adanya surat dokter. Tetapi pada intinya, mereka mengakui kalau PT Toyareka selaku rekanan memesan alat olahraga pada perusahannya,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Wawan Kustiawan.

Menurutnya, dari beberapa contoh alat olahraga yang dipinjam dari sekolah penerima, PT Permata Zahra mengakui kalau barang tersebut dari perusahannya, bahkan dia juga memberikan garansi terhadap barang yang dipesannya.

Dalam kasus ini, kata dia, PT Toyareja selaku pemenang tender melakukan kerjasama dengan PT Permata Zahra selaku produsen alat olahraga. Kewenangan produsen hanya memenuhi pesanan sesuai dengan spesifikasi yang ada.

Barang sudah dikirim sesuai dengan spesifikasi, sedangkan pendistribusian hingga ke sekolah penerima merupakan tanggung jawab dari PT Toyareka.

Selain itu, kejari juga akan melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 86 SD yang menerima alat olah raga tersebut.

“Minggu depan, kami akan memanggil tim teknis proses pelelangan yang dibentuk oleh Dindik. Setelah itu baru turun memeriksa barang peraga itu,” katanya.

Terkait kualitas produk, dia mengatakan perlu mendatangkan saksi ahli, karena dia yang mengehatui terkait kualitas dan standart SNI yang sudah ditetapkan.

Seperti diketahui, kasus dugaan penyimpangan tersebut muncul setelah adanya ketidaksesuaian spesifikasi alat peraga olahraga seperti bola sepak bola, bola voli dan beberapa lainnya.

Total pagu alat peraga pendidikan yang dilelang mencapai Rp 4 miliar lebih.

( Ryan Rachman / CN37 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/04/06/197366/-Permata-Zahra-Akui-Barang-Sesuai-Spek

6 April 2014 Posted by | PURBALINGGA | Tinggalkan komentar

Empat Berkas Kasus Pemilu Dinyatakan Lengkap

SUARA MERDEKA.com – Minggu, 06 April 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Empat berkas perkara kasus pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan RI, dua di antaranya perkara yang terjadi di wilayah Jawa Tengah. Namun, detail kasusnya tidak dibeberkan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, selama massa kampanye, sejak 16 Maret 2014 hingga 5 April 2014 total tindak pidana sebanyak 38 perkara. Kemudian berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap (P21) sebanyak empat perkara. Empat perkara tersebut ditangani oleh Polda Jawa Tengah sebanyak dua perkara, Polda Bali sebanyak satu perkara dan Polda NTT sebanyak satu perkara.

“Kasus yang sudah P21 yaitu kasus money politik satu kasus, kampanye menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, tempat pendidikan satu kasus. Dan pelanggaran lainnya dua kasus,” ujar Boy di Mabes Polri, Minggu (6/4).

Dia menjelaskan, 36 kasus Pemilu tersebut merupakan  pemalsuan dokumen atau ijazah ada satu kasus, politik uang 12 kasus, kampanye menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, tempat pendidikan empat kasus, perusakan alat peraga dua kasus, dan lain-lain 16 kasus.

Boy mengungkapkan, Polri juga telah menerbitkan sebanyak 5.736 surat tilang terhadap para pengendara yang mengikuti kampanye dari berbagai partai politik sejak 16 Maret 2014 hingga 5 April 2014.

“Pada masa kampanye kita melihat cukup tinggi pelanggaran lalu lintas, Tindakan tilang 5.736 selama masa kampanye, tindakan yang ditegur sebanyak 10.426 jumlah total tindakan 16.162.”

Dia menjelaskan, untuk kecelakaan lalu lintas telah menyebabkan tiga peserta kampanye meninggal dan luka ringan dua orang.

( Nurokhman / CN19 / SMNetwork )

Sumber :  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/04/06/197419/Empat-Berkas-Kasus-Pemilu-Dinyatakan-Lengkap

6 April 2014 Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM | Tinggalkan komentar

Polisi Periksa BNI Temanggung Pemberi Modal Koperasi Jasa Pakarti

TRIBUN JATENG.COM – Minggu, 06 April 2014

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Polrestabes Semarang mendalami dugaan korupsi di Koperasi Jasa Pakarti di tahun 2008. Koperasi itu mendapat pinjaman modal dari BNI Temanggung Rp 7,5 miliar. Namun kemudian sebagian dana itu tak bisa dipertanggungjawabkan oleh ketua Koperasi Jasa Pakarti.

Terkait pinjaman modal tesebut, diduga ada kongkalikong antara ketua koperasi dengan pihak BNI Temanggung, sehingga ada dana lebih dari Rp 1 miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Beberapa karyawan koperasi itu sudah kami mintai keterangan. Ke depan kami akan periksa pihak BNI Temanggung selaku pemberi modal,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto SH SIK, Minggu (6/4).

Untuk memastikan seberapa besar kerugian negara, Polrestabes masih menunggu hasil audit BPKP Jawa Tengah.

Koperasi Jasa Pakarti periode 2010-2014, Ari Pribadi, mengatakan pihaknya berharap Sat Reskrim Polrestabes Semarang bisa mengusut tuntas kasus dugaan korupsi ini. “Ada sekitar Rp 3,2 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kepala koperasi saat itu,” kata Ari. (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2014/04/06/polisi-periksa-bni-temanggung-pemberi-modal-koperasi-jasa-pakarti

6 April 2014 Posted by | SEMARANG, TEMANGGUNG | Tinggalkan komentar

KP2KKN Harap Kejati Jateng Tidak Terpengaruh Manuver Rina Iriani

TRIBUN JATENG.COM – Minggu, 06 April 2014

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-  Sekretaris Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto, menilai mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, terus melakukan manuver terkait kasus korupsi yang menjeratnya.

Hal itu tampak dari ulah Rina yang malaporkan dugaan pelanggaran etika dan disiplin jaksa saat melakukan penyitaan aset. “Itu manuver Rina saja, untuk mengaburkan substansi kasus korupsi yang menjeratnya,” kata Eko, Minggu (6/4).

Disampaikan dia, Kejati tidak boleh terpengaruh oleh manuver hukum, yang dilancarkan pihak Rina. Eko sekali lagi menegaskan, pentingnya menahan Rina dalam kasus ini. “Kasus ini harus jalan terus, Kejati tidak boleh terpengaruh, sekali lagi kami minta agar Rina segera ditahan,” ucapnya.

Selain melaporkan jaksa, kuasa hukum Rina juga diketahui melaporkan adanya dugaan alat bukti palsu, yang digunakan jaksa untuk menjerat kliennya. Dalam hal ini, pihak Rina melaporkan dugaan pemalsuan alat bukti tersebut ke Polda Jateng.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Masyhudi, mengatakan pihaknya tak akan terpengaruh apa pun yang dilakukan Rina. Ditegaskannya, apa yang dilakukan Rina, merupakan hak dia sebagai tersangka.

“Itu hak dia, tidak apa-apa melakukan perlawanan melalui jalur hukum,” ujar dia.
Ditambahkan, penyidikan terhadap Rina, sebenarnya sudah selesai. Dan saat ini berkas perkaranya telah dilimpahkan oleh tim penyidik kepada jaksa peniliti. Namun, memang masih ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi kembali. (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2014/04/06/kp2kkn-harap-kejati-jateng-tidak-terpengaruh-manuver-rina-iriani

6 April 2014 Posted by | KARANGANYAR, KP2KKN DALAM BERITA | Tinggalkan komentar

   

%d blogger menyukai ini: