KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Widodo Divonis 1,3 Tahun


SUARA MERDEKA – Selasa, 03 Juni 2014

  • Korupsi BPR Karangmalang

SEMARANG – Mantan ke­pala Seksi Pemasaran BPR Karangmalang Cabang Tangen, Sragen, Widodo Teguh Rudi­yanto divonis satu tahun dan empat bulan dalam sidang perkara korupsi kredit fiktif BPR Karangmalang pada 2008-2010 yang merugikan negara Rp 1,18 miliar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/6).

Selain itu, terdakwa Widodo juga didenda Rp 50 juta subsider satu bulan. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Mejelis Hakim Jhon Butar-Butar, terdakwa Widodo dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan korupsi berlanjut.

“Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Penahanan yang dijalani terdakwa akan dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan,” tandas Jhon dalam persidangan. Vonis itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa Kejaksaan Negeri Sragen Kusmini selama dua tahun dan denda Rp 50 juta.

Menurut dia, majelis hakim berpendapat terdakwa telah merekomendasikan dan me­nyetujui kredit. Karena itu, perbuatan terdakwa menguntungkan Sriyatun, mantan kasubsie Kredit BPR Karangmalang yang telah divonis empat tahun penjara, denda Rp 100 juta dan mengembalikan kerugian negara Rp 1,18 miliar. Per­syaratan kredit itu juga tidak sepadan dengan permohonan. Terlebih lagi, persyaratan kredit itu juga fiktif.

Kredit Fiktif

Jhon menjelaskan, aset BPR berasal dari Pemprov dan Pemkab/ Pemkot se-Jateng. Dengan demikian, unsur terjadinya kerugian keuangan negara terpenuhi.

“Hal memberatkan yang menjadi pertimbangan majelis ialah perbuatan dilakukan terdakwa saat gencar pmberantasan korupsi. Hal meringankan terdakwa memiliki tanggungan keluarga dan bersikap sopan selama persidangan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Widodo Teguh didakwa ikut menandatangani 124 kredit bersama mantan kasi Pema­saran, Pagi Hartono, tersangka lain dan meninggal sebelum pemeriksaan.

Adapun, modus korupsi itu dilakukan dengan pengajuan kredit fiktif serta penggelembungan nominalnya. Jumlah kredit fiktif yang digelembungkan milik 204 nasabah. Atas putusan itu, jaksa menyatakan pikir-pikir, sedangkan terdakwa menerimanya. (J17,J14-80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/06/03/263273

25 Juni 2014 - Posted by | SRAGEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: