KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pengacara Akil Diperiksa KPK


SUARA MERDEKA – Rabu, 27 Agustus 2014

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua orang pengacara mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam penyidikan tindak pidana korupsi karena diduga merintangi proses penyidikan persidanan dan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan Akil Mochtar dengan tersangka Muhtar Ependy. Mereka adalah Fransiskus dan Tamsil Sukur. ”Mereka diperiksa sebagai saksi,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (26/8).

Seperti diketahui, Muhtar ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 21 Undang-Undang No 31/1999 jo  yang diubah dengan UU No 20/2001 yang mengatur mengenai setiap orang yang dengan sengaja mencegah merintangi atau menggagalkan penyidikan penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa maupun para saksi dalam perkara korupsi dengan acaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.

Cabut Keterangan

Muhtar juga diduga dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan di pengadilan Tipikor karena ia juga disangkakan melanggar Pasal 22 jo Pasal 35 ayat 1 UU No 31/1999 yang diubah dengan UU No 20/2001 mengenai pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada Senin (21/7), KPK langsung menahan Muhtar di rumah tahanan Salemba usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka.
Sebelumnya, saat bersaksi dalam persidangan Akil, Muhtar mencabut keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Muhtar mengatakan kepada hakim, semua keterangan dalam BAP disampaikan kepada tim penyidik KPK dalam kondisi tertekan dan terancam. Muhtar mengaku mendapatkan ancaman dan teror dari beberapa calon kepala daerah serta sejumlah pihak lainnya karena ia disangka makelar oleh para kepala daerah tersebut dalam pengurusan sengketa pilkada di MK. KPK menyita puluhan kendaraan bermotor  milik Akil tapi dipercayakan untuk diusahakan oleh Muhtar Ependy.

Akil divonis bersalah menerima suap dan gratifikasi terkait pengurusan sengketa beberapa pilkada di MK dan melakukan tindak pidana pencucian uang pada 30 Juni 2014 lalu. (J13-80)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/27/271579/Pengacara-Akil-Diperiksa-KPK-

27 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: