KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Terbukti Pungli, Anggota Satlantas Hanya Dimutasi

SUARA MERDEKA – Kamis, 28 Agustus 2014

SEMARANG- Brigadir E, anggota yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Pos Polisi Lalu Lintas Kalibanteng tidak lagi bertugas di Satlantas Polrestabes Semarang. Dia dimutasi di bagian staf di Mapolrestabes Semarang.

Brigadir E juga masih menjalani pemeriksaan terkait tindakan yang dilakuka oleh Pengamanan Internal (Paminal) kantor polisi tersebut. “Dia juga akan dikenai sanksi disiplin karena yang dilakukan melanggar aturan kepolisian,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBPWindro Akbar, Rabu (27/8).

Sanksi tersebut, lanjut dia, dinilai sebanding dengan perbuatannya. Sanksi itu juga sebagai teguran dan sebagai peringatan kepada anggota lain untuk tidak melakukan kesalahan serupa. “Ke depan, khususnya di Satlantas tidak ada lagi anggota yang melakukan pungli. Bersih dari segala bentuk pungli baik di lapangan, pos lalu lintas, dalam tugas penertiban SIM termasuk calo,” jelasnya.

Korupsi

Kalau masih melanggar pihaknya akan menidak tegas sesuai Pasal 11 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang pemberantas tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dengan denda paling sedikit 50 juta dan terbanyak Rp 250 juta.

Penindakan tegas juga dilakukan terhadap Aiptu S, anggota Unit Lalu Lintas Polsek Semarang Barat dan Aiptu TM, anggota Unit Lalu Lintas Polrek Gayamsari. Sebelumnya Kapolrestabes Semarang, Kombes Djuhartono mengatakan, semua anggota yang terlibat pungli itu diproses sesuai aturan. “Mereka harus menjalani sidang disiplin, selain mutasi ke bagian administrasi yang harus dijalani,” ujarnya. (K44,H74-72-80)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/28/271654/Terbukti-Pungli-Anggota-Satlantas-Hanya-Dimutasi

28 Agustus 2014 Posted by | SEMARANG | Tinggalkan komentar

Mantan Wakil Bupati Semarang Ditangkap

SUARA MERDEKA – Kamis, 28 Agustus 2014
image

SEMARANG – Wakil Bupati Semarang periode 2005- 2010 yang juga anggota DPRD Jateng 2014- 2019 terpilih, Siti Ambar Fathonah, Senin (25/8), ditangkap polisi dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Dia ditangkap di kediaman pribadinya di daerah Karangjati, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan setelah penyidik Bareskrim menerima laporan resmi terkait tindak penipuan uang Rp 3 miliar yang diduga dilakukan Ambar.

Dalam laporan menyebutkan, Ambar tidak membayar uang miliaran rupiah yang dipinjam dari Partai Golkar sesuai dengan perjanjian. Adapun, Ambar terkesan menghindar saat pihak partai yang mengusungnya itu menanyakan uang itu.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Alloysius Liliek Darmanto mengatakan, dalam penangkapan itu pihak Polda Jateng hanya mendampingi saja. Perempuan yang hendak dilantik menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar tersebut, lanjut dia, langsung dibawa ke Jakarta.

Ada Persoalan

Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Semarang, Suradi ketika dikonfirmasi terkait penangkapan itu membantah keras jika rekannya satu partai ditangkap polisi karena terlibat masalah hukum. Menurutnya, mantan Plt Bupati Semarang tersebut memang ada sedikit persoalan utang piutang dengan seseorang, tetapi tidak sampai ke ranah hukum.

”Yang jelas tidak ada penangkapan, itu soal kecil tentang utang piutang. Dia (Ambar-red) ditipu, tetapi bagaimana detailnya saya kurang tahu,” tuturnya. Melalui sambungan telepon, Ambar Fatonah berusaha menjelaskan jika kabar yang beredar di masyarakat tentang persoalan yang menimpa dirinya ada hubungannya dengan pemilihan kepada daerah Kabupaten Semarang itu tidak benar. (K44,H74,H86-90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/28/271669/Mantan-Wakil-Bupati-Semarang-Ditangkap

28 Agustus 2014 Posted by | UNGARAN - KAB. SEMARANG | Tinggalkan komentar

Hendra Saputra Korban Rekayasa Anak Menteri

SUARA MERDEKA – Kamis, 28 Agustus 2014

  • Kasus Korupsi Videotron

JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menganggap Hendra Saputra, office boy yang dicatut namanya sebagai direktur utama PT Imaji Media, merupakan korban rekayasa oleh Riefan Avrian, anak Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan. ”Terdakwa Hendra Saputra sebenarnya adalah alat yang digunakan saksi Riefan Avrian dalam memenuhi niatnya untuk mengikuti dan memenangi pekerjaan videotron di gedung Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2012, sehingga terdakwa adalah korban rekayasa yang diskenario oleh saksi,” ujar Ketua Majelis Hakim, Nani Indrawati, saat membacakan pertimbangan putusan, Rabu (27/8).

Pertimbangan ini menjadi alasan majelis hakim untuk tidak menjatuhkan hukuman minimal empat tahun penjara terhadap Hendra yang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kerugian negara dalam kasus ini Rp 4,78 miliar.

Pendapat Berbeda

Meski menganggap Hendra adalah korban, majelis hakim tetap menganggap terdakwa bersalah dan menjatuhkan vonis satu tahun penjara plus denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. Hal yang memberatkan Hendra, dia ceroboh karena bersedia melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya hanya dengan alasan takut kehilangan pekerjaan.

Vonis itu diputuskan tidak dengan suara bulat. Hakim anggota Sofialdi mengajukan pendapat berbeda (dissenting opinion). Dia menganggap Hendra tidak terbukti melakukan korupsi. Sebab, Hendra hanya diperalat bosnya, Riefan Avrian,  dalam pengurusan proyek senilai Rp 23,5 miliar itu.

Adapun Hakim Nani Indrawati dan Ibnu Basuki Widodo menyatakan Hendra bersalah. Hendra menyatakan menerima putusan itu. “Alhamdulillah, mudah-mudahan ini putusan hakim yang terbaik,” ujar Hendra yang terlihat gembira usai sidang.

Dia lantas mengangkat kedua tangannya ke atas sebagai luapan ekspresi senang, lalu memeluk istrinya, Dewi Nur Afifah.

Bos Hendra, Riefan Avrian, telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum disidang. (D3,dtc-59)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/28/271704/Hendra-Saputra-Korban-Rekayasa-Anak-Menteri-

28 Agustus 2014 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

   

%d blogger menyukai ini: