KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Yanuelva Menyamar


SUARA MERDEKA – Senin, 25 Agustus 2014

  • Kenakan Jilbab

SEMARANG- Buronan kelas kakap Yanuelva Etliana ditengarai kini mengenakan hijab untuk memuluskan penyamarannya selama dalam persembunyian. Terpidana kasus korupsi Bank Jateng yang dinyatakan buron sejak November 2012 silam tersebut, telah divonis 15 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan dan disidangkan tanpa kehadiran yang bersangkutan (inabsensia).

Dalam kasus ini Yanuelva juga diminta mengganti kerugian negara Rp 39 miliar dengan konsekuensinya penyitaan harta benda atau hukuman pengganti delapan tahun penjara. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Eko Suwarni menyatakan, pihaknya terus bekerja sama dengan Adhyaksa Monitoring Center Kejaksaan Agung RI, kepolisian serta Kejaksaan Negeri Semarang untuk mendapatkan Yanuelva. ‘’Ada informasi dari pihak keluarganya kalau Yanuelva sekarang memakai hijab. Memang sangat licin, tapi kami tidak akan menyerah untuk mendapatkannya,’’ ungkap Eko Suwarni, kemarin.

Upaya pengejaran pun terus dilakukan. Bahkan saat Hari Raya Idul Fitri lalu, pihak Kejaksaan telah melakukan upaya agar bisa bisa menangkap direktur CV Enhat, yang melakukan korupsi hingga menyebabkan kredit macet lebih dari Rp 25 miliar. Kejaksaan Tinggi juga mengimbau keluarga dan juga masyarakat untuk bisa memberikan informasi. Sekecil apa pun informasi itu akan ditindaklanjuti agar terdakwa bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. ‘’Terakhir terdeteksi di salah satu keluarga bahkan katanya juga berencana pergi ke Karimun Jawa. Kabarnya yang bersangkutan juga ada usaha di luar Jawa bersama dengan suaminya. Sudah kami kejar, tapi belum bisa didapatkan juga,’’ imbuh Eko.

Korupsi yang dilakukan Yanuelva ini dilakukan bersama dengan sejumlah pejabat termasuk analis kredit dari pihak bank. Ia berhasil mencairkan kredit sejumlah Rp 14,35 miliar dari Bank Jateng Cabang Semarang. Dari jumlah sebesar itu, hanya dikembalikan sebagian kecil saja dan sebanyak Rp 13,8 miliar macet. Adapun dari Bank Jateng Syariah, berhasil didapat kredit Rp 29,5 miliar menggunakan 27 surat perintah mulai kerja (SPMK) dan surat perintah pekerjaan (SPP) fiktif. Modus serupa juga dilakukannya pada 2010,  dimana ia mendapatkan kucuran kredit Rp 37,2 miliar. Namun, sebanyak Rp 25,6 miliar di antaranya macet. (J14,J17-64)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/25/271333/Yanuelva-Menyamar

26 Agustus 2014 - Posted by | SEMARANG, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: