KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Transaksi Rekening Rina dan Dua Anaknya Mencurigakan


SUARA MERDEKA.COM – Rabu, 20 Agustus 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Jaksa Sugeng Riyanta dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng beserta lima jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar membacakan dakwaan mantan bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih pada sidang perkara dugaan korupsi bantuan dana subsidi dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) secara bergantian di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/8).

Dalam dakwaannya, jaksa juga menjerat terdakwa pasal 3 UU Nomor 8/ 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Sugeng mencurigai transaksi keuangan pada rekening Rina beserta dua anaknya, Hendra Prakasha dan Wijaya Kusuma Ari Asmara dengan total Rp 8,97 miliar dan 63.339 dollar Amerika Serikat. 

“Rekening-rekening simpanan itu tidak dilaporkan LHKPN pada KPK. Terdakwa mengetahui dan patut menduga uang itu merupakan transaksi keuangan mencurigakan hasil tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Pihaknya mendakwa Rina melakukan kejahatan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta yang patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi. Sebagai bupati Karanganyar, dalam kurun waktu antara November 2010 hingga Desember 2013 terdakwa menerima penghasilan sah Rp 1,012 miliar. Di luar itu, Rina memiliki usaha salon kecantikan di Jl Asoka Karanganyar dengan penghasilan Rp 70 juta/ tahun.

Menurut dia, data itu mendasari pelaporan Rina atas Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 12 Desember 2011. Namun, selama November 2010 hingga Desember 2013, terdakwa menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan dengan menempatkan uang sebesar Rp 8,97 miliar dan 63.339 dollar Amerika Serikat ke rekening pribadinya beserta dua anaknya, Hendra Prakasha dan Wijaya Kusuma Ari ke penyedia jasa keuangan pada Bank Mandiri Cabang Palur dan BCA Cabang Surakarta.

Selain UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, jaksa juga mendakwa Rina dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Selanjutnya, dakwaan subsidair pasal 3 junto pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi, lebih subsidair pasal 5 ayat 2 UU Tindak Pidana Korupsi, serta lebih lebih subsidair pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi. 

( Royce Wijaya / CN19 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/08/20/213707/Transaksi-Rekening-Rina-dan-Dua-Anaknya-Mencurigakan

20 Agustus 2014 - Posted by | KARANGANYAR

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: