KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Berkas Perkara Kasus Tukar Guling Tanah Dilimpahkan


SUARA MERDEKA.com – Selasa, 13 Mei 2014

PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Berkas kasus dugaan penyimpangan tukar guling tanah banda desa Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja dilimpahkan oleh penyidik Polres Purbalingga kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga, Selasa (13/5). Kasus ini menyeret mantan Kepala Desa Karangreja, Sunaryo (49) sebagai tersangka.

Berkas setebal sekitar 1.500 halaman diserahkan oleh Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga, Inspektur Dua Aan Hariyawan kepada Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Purbalingga, Wawan Kustiawan.

Aan mengatakan, laporan kasus yang terjadi pada 2009 itu masuk ke polisi pada 28 Januari 2014. Selama empat bulan, polisi melakukan penyidikan terhadap perkara ini. Selama penyidikan, polisi memeriksa 47 saksi dan satu saksi ahli yang mintai keterangan.

Dari hasil penyidikan diketahui pada 2009 pemerintah desa melakukan tukar guling dengan pemkab tanah desa. Dalam usulan, tanah yang dibeli seluas enam ribu meter persegi, namun dalam kenyataannya tanah yang dijual seluas delapan ribu meter persegi. Adapun dalam pagu anggaran, untuk membebaskan tanah tersebut disediakan dana sebesar Rp 1.762.380.000.

Dari penjualan tanah tersebut, katanya, negara dirugikan sebesar Rp 713.900.000. Selain itu, tersangka diduga menyetorkan sejumlah uang untuk biaya perizinan pembangunan lapangan di tanah tersebut. Padahal untuk perizinan tidak dipungut biaya apa pun.

“Kelebihan penjualan tanah tersebut tidak ada laporan pertanggungjawabannya. Karena itu kami menyimpulkan ada dugaan penyimpangan dalam tukar guling tanah tersebut,” katanya.

Polisi menyita barang bukti berupa dokumen dan buku rekening desa. Tersangka dijerat dengan Pasal 2, 3 subsider 9 UU Tipikor. Adapun masing-masing pasal dengan ancaman minimal empat tahun, satu tahun dan satu tahun.

Sementara itu, Wawan Kustiawan mengatakan, berkas kasus tersebut merupakan pelimpahan tahap pertama. Kejaksaan akan mempelajarinya dan memberikan masukan kepada penyidik Polri jika ada kekurangan seperti barang bukti.

Namun jika dinilai sudah cukup, berkas tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Semarang untuk disidangkan. Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Gujra Syarif belum bersedia berkomentar perihal kasus yang menjerat kliennya saat dihubungi oleh suaramerdeka.com.

( Ryan Rachman / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/05/13/201975

19 Mei 2014 - Posted by | PURBALINGGA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: