KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KP2KKN: Jembatan Timbang Sarang Korupsi

SUARA MERDEKA.com – Sabtu, 03 Mei 2014

SEMARANG, suaramerdeka.com – Jembatan timbang menjadi sarang korupsi, karena pungutan liar (pungli) terjadi setiap hari disana. Sayangnya sampai saat ini korupsi di jembatan timbang sama sekali tidak tersentuh.

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah beberapa kali melakukan sidak di beberapa layanan publik terkait pungli, tapi sampai sekarang pungli tetap terjadi di hampir semua layanan publik,” kata Sekretaris Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto.

Menurut Eko, meski besar pungli di jembatan timbang hanya berkisar Rp 10.000-Rp 60.000, namun dampaknya begitu besar bagi kerusakan infrastuktur di Jawa Tengah. Selama ini belum ada hukum yang maksimal untuk kasus pungli jembatan timbang.

Efek jera yang diberikan bisa dengan dilaporkan ke aparat hukum. Tapi dalam kasus ini, petugas di lapangan tidak bisa dijerat dengan pasal gratifikasi. Justru pejabat yang bersangkutan harus melakukan tindakan tegas.

“Ganjar tidak perlu marah-marah hanya untuk pencitraan. Seharusnya Perda jembatan timbang dievaluasi lagi. Minta Menteri Pehubungan untuk duduk bersama dengan seluruh gubernur di Pulau Jawa,” tuturnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Abdul Aziz mempertanyakan mengapa sistem online di jembatan timbang yang sudah diwajibkan di Perda No 1/2012 tentang Pengendalian Angkutan Muatan Barang di Jalan tidak ditindaklanjuti oleh Dishubkominfo. Terlebih anggaran sudah keluar.

“Sistem online justru akan mengurangi kecurangan di jembatan timbang. Kalau tidak dilakukan, indikasinya ada tujuan yang disengaja untuk praktik pungli,” urainya.

Dikatakan, kelebihan muatan selama ini menjadi pilihan pengusaha dengan alasan biaya logistik lebih ekonomis. Namun adanya peristiwa ini diharapkan mampu mendorong pengusaha untuk menggunakan angkutan barang dengan kereta api atau kapal. “Saya mendukung langkah tegas gubernur untuk mengusut tuntas masalah ini,” tandasnya.

( Fani Ayudea / CN26 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/05/03/200670

4 Mei 2014 Posted by | KP2KKN DALAM BERITA, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

   

%d blogger menyukai ini: