KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Demo Kades Terpilih Tarubatang Ricuh


SUARA MERDEKA – Rabu, 23 April 2014

BOYOLALI – Ratusan warga Desa Tarubatang, Kecamatan Selo berunjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Boyolali dan Kantor Setda Boyolali, kemarin. Dalam aksi itu, mereka meminta Bupati Boyolali, Seno Samodro segera melantik kades Purwanto yang terpilih dalam pilkades April tahun lalu.

Massa pertama datang berunjuk rasa di halaman PN, kemarin pagi. Mereka datang bersama-sama dengan mengendarai sepeda motor, pikap dan truk. Massa yang turun jauh lebih besar dibanding demo sebelumnya. Kedatangan mereka ke pengadilan untuk mengawal jalannya gugatan yang dilayangkan Purwanto kepada Bupati Boyolali, Seno Samodro. Dasar gugatan lantaran bupati tidak juga segera melantik Purwanto sebagai kades.

Massa membawa satu truk masuk ke halaman pengadilan. Mereka juga mengeluarkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada Bupati karena tak jua melantik kades terpilih mereka. Adapun dalam proses mediasi gugatan yang dihadiri oleh Kuasa Hukum Purwanto dari LBH Solidaritas dan perwakilan Pemkab Boyolali di PN kemarin, kembali tak menemui kata sepakat. Mediasi buntu. Gugatan kepada Bupati Boyolali, selanjutnya akan segera disidangkan, di PN Senin (28/4) pekan depan.

Unjuk Rasa

Massa yang tidak terima dengan hasil mediasi, kemudian melakukan unjuk rasa ke Kantor Setda Boyolali di Kemiri, Mojosongo. Kericuhan dipicu saat massa hendak ikut masuk ke dalam kantor Setda karena diskusi berlangsung lama. Ratusan aparat kepolisian berusaha menghalau dengan menghentikan laju salah satu pendemo. Massa yang tidak terima dengan tindakan tersebut, marah.

Situasi panas bisa redam setelah tim kuasa hukum dari LBH Solidaritas menyampaikan kepada masyarakat agar menunggu proses hukum yang saat ini sedang berjalan dan akan segera memasuki tahap persidangan. Massa akhirnya meninggalkan halaman gedung Setda.

Sementara, hasil diskusi antara Pemkab Boyolali dengan perwakilan masyarakat Desa Tarubatang, tetap sama. Pemkab bersikukuh tidak bisa melantik kades terpilih, Purwanto, kecuali bisa menunjukkan ijazah setingkat SLTP sebagai salah satu syarat administrasi dan pelantikan. Asisten I Boyolali, Untung Raharjo menyatakan, pihaknya akan taat hukum dengan menunggu putusan pengadilan nanti. Kuasa Hukum Purwanto, Edi Santoso dari LBH Solidaritas Bawen menyatakan bahwa secara de facto maupun de jure, kliennya (Purwanto-red) telah memiliki hak untuk dilantik. Dia memenangkan Pilkades yang digelar sejak April tahun lalu. (K23-50,48)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/04/23/259522

2 Mei 2014 - Posted by | BOYOLALI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: