KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

ASET DPRD JATENG: Dipakai Legislator Lama, Lima Mobil Dewan Belum Kembali

SOLOPOS.COM – Kamis, 28 Agustus 2014

Ilustrasi mobil dinas
Ilustrasi Mobil Dinas (Dok/JIBI/Solopos)

Kanalsemarang.com, SEMARANG—Lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah periode 2009-2014 yang masih membawa mobil dinas diminta segera mengembalikannya ke sekretariat dewan.

“Berdasarkan data yang ada, dari 29 mobil dinas yang dipakai oleh anggota dewan, hingga saat ini masih ada lima unit kendaraan yang belum dikembalikan,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Jateng Rani Ratnaningdyah seperti dikutip Antara, Rabu (27/8/2014).

Ia mengatakan bahwa terkait dengan hal itu Sekretariat DPRD Jateng telah menyurati kelima anggota dewan agar segera memenuhi kewajiban mengembalikan mobil dinas yang masih dibawanya paling lambat Jumat (29/8/2014).

“Semakin cepat mengembalikan mobil dinas semakin baik, karena pada 3 September 2014 akan dilakukan pelantikan anggota DPRD Jateng periode 2014-2019,” ujarnya.

Anggota DPRD Jateng yang mendapat fasilitas mobil dinas terdiri atas lima pimpinan dewan, ketua, wakil ketua, sekretaris komisi, dan masing-masing ketua fraksi.

Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng Eko Haryanto yang ditemui terpisah, secara tegas meminta anggota dewan segera mengembalikan mobil dinas yang masih dibawa.

“Mobil dinas itu merupakan fasilitas negara sehingga harus dikembalikan dan penghapusan inventaris Pemprov Jateng dengan cara apapun tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa mengacu pada Keputusan Presiden No. 80/2003, pengadaan atau penghapusan barang inventaris harus dilakukan dengan lelang terbuka.

“Pelanggaran terhadap ketentuan penghapusan barang milik pemerintah, bisa diindikasikan korupsi dan biasanya yang dilirik anggota dewan itu adalah kendaraan bermotor, dengan alasan usia kendaraan sudah di atas lima tahun,” ujarnya.

Sumber : http://semarang.solopos.com/2014/08/28/aset-dprd-jateng-dipakai-legislator-lama-lima-mobil-dewan-belum-kembali-530625

27 Agustus 2014 Posted by | KP2KKN DALAM BERITA, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

Prajoko : Ganjar Alergi Kritik

SUARA MERDEKA – Rabu, 27 Agustus 2014

  • Buka Ruang Debat

SEMARANG – Setahun kepemimpinan Ganjar Pranowo, DPRD Jateng meminta supaya program-program yang menjadi prioritas untuk direalisasikan. Kritikan anggota DPRD terhadap Ganjar hendaknya tidak disikapi dengan cara reaksioner. ”Kritik adalah bagian dari membangun, koreksi, dan fungsi pengawasan dari DPRD. Dulu ketika menjadi anggota DPR, Ganjar katanya orang terkenal vokal terhadap pemerintah, tapi kenapa sekarang alergi kritik. Sebagai pemimpin harusnya mau menerima kritik,” kata anggota Komisi A DPRD Jateng, Prajoko Haryanto, kemarin.

Bila gubernur alergi kritikan, menurut dia, menandakan secara pribadi adanya kekurangdewasaan berpolitik. Sikap inkonsisten terhadap kritik akan merugikan gubernur. Menurut Prajoko, dirinya kerap mengkritik Ganjar karena fakta di lapangan menunjukkan belum ada prestasi. Ganjar dinilai sibuk dengan kebijakan yang bertujuan untuk pencitraan.

”Mulai dari lelang jabatan, pengisian jabatan di Perusda, penggantian Kepala Dinas Pendapatan  dan Pengelolaan Aset Daerah, sampai aksi heroik di jembatan timbang, semua hanya untuk pencitraan seolah-olah Ganjar itu paling demokratis. Padahal itu cara dia untuk memasukkan orang-orang dekat atau tim sukses untuk menduduki jabatan,” ucapnya.

Ajak Debat

Lelang jabatan Dirut Bank Jateng misalnya, setelah ditelusuri anggota dewan, Supriyatno ternyata teman Ganjar semasa remaja. Caranya pun tidak sesuai prosedur. ”Saat kunjungan kunjungan kerja di BPD DIY, direksi sana mengaku kepindahan Supriyatno tidak sesuai prosedur,” terangnya.

Soal jembatan timbang, juga dinilai tidak ada tindakan tegas. Tidak ada sanksi yang diberikan kepada Kepala Dishubkominfo Urip Sihabudin sebagai penanggung jawab. ”Nanti bisa dilihat apakah jabatan sekda akan didisi oleh orang dekat Ganjar,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmito menuturkan, seorang pemimpin harus manjing ajur-ajer atau menyatu dengan lingkungan di sekitarnya. Meski dikritik media, DPRD, LSM, dan masyarakat, seyogyanya Ganjar terbuka dan menerima. ”Kritikan harus jadi ajang mawas diri untuk menjadi dewasa. Kami tidak mencari kesalahan orang lain, tapi agar kinerja gubernur ke depan lebih baik,” katanya.

Kritikan anggota DPRD memancing reaksi Ganjar. Dia blak-blakan menantang debat sejumlah kalangan anggota DPRD yang menilai pemerintahannya  hanya wacana. ”Mbok sekali-kali gubernurnya debat dengan dewan soal infrastruktur,” katanya.

Ia meminta DPRD membawa data konkret ketika berbicara di media. ”Yang dimaksud wacana itu yang mana? Infrastruktur memang saya akui belum sempurna. Karena anggarannya sangat kurang. Tapi teman-teman di lapangan bekerja, saya punya laporan mereka mingguan disertai foto pekerjaan,” jelasnya.

Menjawab tantangan itu, baik Prajoko maupun Sasmito menyatakan siap meladeni tantangan debat untuk membongkar kinerja gubernur selama satu tahun. ”Kami tidak asal kritik, tapi berdasarkan data lapangan dan laporan masyarakat,” tegas Sasmito. (J8,H68-90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/27/271558/Prajoko-Ganjar-Alergi-Kritik

27 Agustus 2014 Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

DPRD Jateng Bantah Mark Up Anggaran Perjalanan Dinas

AKTUAL.CO – Jum’at, 15 Agustus 2014
 
DPRD Jateng Bantah Mark Up Anggaran Perjalanan Dinas : aktual.co

Ilustrasi Korupsi (Foto: Aktual.co/Istimewa)

Selama pengangkatan anggota DPRD Provinsi Jateng periode 2009-2014, diduga mengendus praktik penyelewengan biaya perjalanan dinas yang tidak sesuai Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

Semarang, Aktual.co — Selama pengangkatan anggota DPRD Provinsi Jateng periode 2009-2014, diduga mengendus praktik penyelewengan biaya perjalanan dinas yang tidak sesuai Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

Besaran biaya perjalanan dinas tersebut terakumulasi selama lima tahun mencapai ratusan juta rupiah.

Saat dikonfirmasi kepada Pelaksana langsung tugas (Plt) DPRD Provinsi Jateng, Rukma Setiabudi menggelak tidak ada penyelewengan biaya perjalanan dinas. Biaya operasional yang peruntukan sudah sesuai pemakaian SPPD .

“Selama ada itu mas, kalau ada yang seperti itu, nggak mau lah. Teman-teman kita sudah omongi,” ujar dia ditulis Aktual.co, Kamis (14/8).

Ia menjelaskan perjalanan dinas sekarang ini memakai sistem pembiayaan “At Cost”. Pembiayaan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan saat itu, disertai bukti pemakaian.

“Dulu mau tidur di hotel mana, itu terserah mereka. Mau tidur di Masjid atau mau makan nasi kucing. Sisanya bisa dikantongi oleh pengguna,” ujar dia.

Dia mencotohkan, perjalanan dinas ke Lampung memakai maskapai penerbangan lewat Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banteng. Maka, tiket maskapai pesawat tentu akan dikeluarkan sesuai SPPD.

“Dulu biaya penginapan, biaya makan, dan biaya transportasi memang diberikan langsung kepada yang bersangkutan, tapi sekarang tidak. Diharapkan dengan sistem “At Cost” ini sesuai dengan harapan,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, beberapa modus kebocoran biaya perjalanan dinas meliputi kunjungan kerja, Bintek, studi banding di provinsi lain dan kegiatan penunjang bagi anggota dewan.

Semisal saja, peruntukan perjalanan dinas ke Provinsi Lampung dari Semarang menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dimark up.

Modus lain berupa tidak adanya perjalanan dinas, namun telah dikeluarkan SPPD dari Sekertariat Dewan.

Saat ini, kata dia, perjalanan dinas dewan tidak diperkenankan adanya pesangon uang tunai. Namun, pembiayaan selama perjalanan dinas diberikan sesuai kebutuhan saat itu.

Ia menambahkan, mekanisme pembiayaan perjalanan dinas kali ini berbeda. Namun begitu, pihkanya membenarkan biaya perjalanan dinas diberikan dimuka. Jadi pembiayaan kebutuhan sesuai kehendak penerima.

“Jadi, tidak mungkin terus selama perjalanan tidak sampai ke lokasi tujuan. Semisal saja yang bersangkutan sampai Jakarta saja, dan tidak sampai ke Lampung,” elak dia.

Sukardjito –
 

27 Agustus 2014 Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

Prajoko : Ganjar Alergi Kritik

SUARA MERDEKA – Rabu, 27 Agustus 2014

  • Buka Ruang Debat

SEMARANG – Setahun kepemimpinan Ganjar Pranowo, DPRD Jateng meminta supaya program-program yang menjadi prioritas untuk direalisasikan. Kritikan anggota DPRD terhadap Ganjar hendaknya tidak disikapi dengan cara reaksioner. ”Kritik adalah bagian dari membangun, koreksi, dan fungsi pengawasan dari DPRD. Dulu ketika menjadi anggota DPR, Ganjar katanya orang terkenal vokal terhadap pemerintah, tapi kenapa sekarang alergi kritik. Sebagai pemimpin harusnya mau menerima kritik,” kata anggota Komisi A DPRD Jateng, Prajoko Haryanto, kemarin.

Bila gubernur alergi kritikan, menurut dia, menandakan secara pribadi adanya kekurangdewasaan berpolitik. Sikap inkonsisten terhadap kritik akan merugikan gubernur. Menurut Prajoko, dirinya kerap mengkritik Ganjar karena fakta di lapangan menunjukkan belum ada prestasi. Ganjar dinilai sibuk dengan kebijakan yang bertujuan untuk pencitraan.

”Mulai dari lelang jabatan, pengisian jabatan di Perusda, penggantian Kepala Dinas Pendapatan  dan Pengelolaan Aset Daerah, sampai aksi heroik di jembatan timbang, semua hanya untuk pencitraan seolah-olah Ganjar itu paling demokratis. Padahal itu cara dia untuk memasukkan orang-orang dekat atau tim sukses untuk menduduki jabatan,” ucapnya.

Ajak Debat

Lelang jabatan Dirut Bank Jateng misalnya, setelah ditelusuri anggota dewan, Supriyatno ternyata teman Ganjar semasa remaja. Caranya pun tidak sesuai prosedur. ”Saat kunjungan kunjungan kerja di BPD DIY, direksi sana mengaku kepindahan Supriyatno tidak sesuai prosedur,” terangnya.

Soal jembatan timbang, juga dinilai tidak ada tindakan tegas. Tidak ada sanksi yang diberikan kepada Kepala Dishubkominfo Urip Sihabudin sebagai penanggung jawab. ”Nanti bisa dilihat apakah jabatan sekda akan didisi oleh orang dekat Ganjar,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmito menuturkan, seorang pemimpin harus manjing ajur-ajer atau menyatu dengan lingkungan di sekitarnya. Meski dikritik media, DPRD, LSM, dan masyarakat, seyogyanya Ganjar terbuka dan menerima. ”Kritikan harus jadi ajang mawas diri untuk menjadi dewasa. Kami tidak mencari kesalahan orang lain, tapi agar kinerja gubernur ke depan lebih baik,” katanya.

Kritikan anggota DPRD memancing reaksi Ganjar. Dia blak-blakan menantang debat sejumlah kalangan anggota DPRD yang menilai pemerintahannya  hanya wacana. ”Mbok sekali-kali gubernurnya debat dengan dewan soal infrastruktur,” katanya.

Ia meminta DPRD membawa data konkret ketika berbicara di media. ”Yang dimaksud wacana itu yang mana? Infrastruktur memang saya akui belum sempurna. Karena anggarannya sangat kurang. Tapi teman-teman di lapangan bekerja, saya punya laporan mereka mingguan disertai foto pekerjaan,” jelasnya.

Menjawab tantangan itu, baik Prajoko maupun Sasmito menyatakan siap meladeni tantangan debat untuk membongkar kinerja gubernur selama satu tahun. ”Kami tidak asal kritik, tapi berdasarkan data lapangan dan laporan masyarakat,” tegas Sasmito. (J8,H68-90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/27/271558/Prajoko-Ganjar-Alergi-Kritik

26 Agustus 2014 Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

Registrasi CPNS Sulit Diakses

SUARA MERDEKA – Sabtu, 23 Agustus 2014

SEMARANG – Sejumlah calon pendaftar CPNS di Kota Semarang mengeluhkan sulitnya untuk mendaftar secara online. Meski situs https://panselnas.menpan.go.id dan http://sscn.bkn.go.id bisa diakses, namun untuk proses pendaftaran sulit dilakukan.

Nia Kartini salah satu pelamar CPNS, mengatakan dirinya sudah mengakses kedua situs tersebut mulai, Rabu (20/8). Ia menerangkan, saat hari pertama dibuka situs https:// panselnas.menpan.go.id sulit diakses. Nia mengaku harus beberapa kali mengecek kedua situs tersebut.

Ia mengatakan, bahkan harus bolak-balik ke warung internet untuk memastikan bisa atau tidak dilakukan registrasi. Pasalnya, dirinya belum puas dengan laptop dan modem yang dimilikinya meski bisa melakukan akses ke situs tersebut.

”Baru bisa diakses Kamis (21/8), namun itu pun sepertinya situsnya belum sempurna. Karena terdapat beberapa formasi bertuliskan keterangan dalam proses,” ujar lulusan Jurusan Sastra Inggris Unnes tahun 2012.

Bambang Bastian salah satu calon pelamar lainnya mengaku dirinya harus beberapa kali bolak-balik ke warung internet (warnet) untuk mencoba mendaftar. Namun hingga Jumat (22/8), meski situs sudah bisa diakses, namun proses pendaftaran belum bisa dilakukan.

Bolak Balik

”Bisa mengakses situsnya, namun ketika di klik formulis registrasi kemudian muncul tulisan pendaftaran belum dibuka. Saya bahkan sehari bolak-balik sebanyak empat kali untuk mengecek apakah sudah bisa dilakukan pendaftaran atau belum,” katanya.

Ditambahkan, beberapa hari ini dia harus menghabiskan malam di warnet untuk mengecek situs tersebut. Dia memperkirakan, pada malam atau tengah hari pendaftaran bisa dilakukan dengan prediksi pada saat itu para calon pelamar CPNS lebih sedikit mengakses situs tersebut. Dirinya berharap ada kepastian dari pemerintah untuk proses pendaftaran CPNS.

”Sampai biasanya saya beli paket malam tiap hari. Saya kira jika tengah malam atau dini hari bisa lebih mudah diakses, namun nyatanya sama saja,” tandas lulusan Fakultas Ilmu Komputer tahun lalu itu. (fri-87)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/23/271109/Registrasi-CPNS-Sulit-Diakses

26 Agustus 2014 Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

Yanuelva Menyamar

SUARA MERDEKA – Senin, 25 Agustus 2014

  • Kenakan Jilbab

SEMARANG- Buronan kelas kakap Yanuelva Etliana ditengarai kini mengenakan hijab untuk memuluskan penyamarannya selama dalam persembunyian. Terpidana kasus korupsi Bank Jateng yang dinyatakan buron sejak November 2012 silam tersebut, telah divonis 15 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan dan disidangkan tanpa kehadiran yang bersangkutan (inabsensia).

Dalam kasus ini Yanuelva juga diminta mengganti kerugian negara Rp 39 miliar dengan konsekuensinya penyitaan harta benda atau hukuman pengganti delapan tahun penjara. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Eko Suwarni menyatakan, pihaknya terus bekerja sama dengan Adhyaksa Monitoring Center Kejaksaan Agung RI, kepolisian serta Kejaksaan Negeri Semarang untuk mendapatkan Yanuelva. ‘’Ada informasi dari pihak keluarganya kalau Yanuelva sekarang memakai hijab. Memang sangat licin, tapi kami tidak akan menyerah untuk mendapatkannya,’’ ungkap Eko Suwarni, kemarin.

Upaya pengejaran pun terus dilakukan. Bahkan saat Hari Raya Idul Fitri lalu, pihak Kejaksaan telah melakukan upaya agar bisa bisa menangkap direktur CV Enhat, yang melakukan korupsi hingga menyebabkan kredit macet lebih dari Rp 25 miliar. Kejaksaan Tinggi juga mengimbau keluarga dan juga masyarakat untuk bisa memberikan informasi. Sekecil apa pun informasi itu akan ditindaklanjuti agar terdakwa bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. ‘’Terakhir terdeteksi di salah satu keluarga bahkan katanya juga berencana pergi ke Karimun Jawa. Kabarnya yang bersangkutan juga ada usaha di luar Jawa bersama dengan suaminya. Sudah kami kejar, tapi belum bisa didapatkan juga,’’ imbuh Eko.

Korupsi yang dilakukan Yanuelva ini dilakukan bersama dengan sejumlah pejabat termasuk analis kredit dari pihak bank. Ia berhasil mencairkan kredit sejumlah Rp 14,35 miliar dari Bank Jateng Cabang Semarang. Dari jumlah sebesar itu, hanya dikembalikan sebagian kecil saja dan sebanyak Rp 13,8 miliar macet. Adapun dari Bank Jateng Syariah, berhasil didapat kredit Rp 29,5 miliar menggunakan 27 surat perintah mulai kerja (SPMK) dan surat perintah pekerjaan (SPP) fiktif. Modus serupa juga dilakukannya pada 2010,  dimana ia mendapatkan kucuran kredit Rp 37,2 miliar. Namun, sebanyak Rp 25,6 miliar di antaranya macet. (J14,J17-64)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/25/271333/Yanuelva-Menyamar

26 Agustus 2014 Posted by | SEMARANG, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

2015, Anggaran Infrastruktur Jateng Rp 2,7 Triliun

SUARA MERDEKA – Senin, 25 Agustus 2014

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan anggaran infrastruktur di 2015 Rp 2,7 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan dari nilai anggaran pembangunan infrastuktur di provinsi ini pada 2014 yang hanya Rp 1,2 triliun. ”Meningkatnya anggaran infrastruktur pada 2015 didorong potensi pendapatan daerah (PAD) Pemprov Jateng yang mengalami peningkatan. Potensi kenaikan itu difokuskan untuk Bina Marga,” kata Anggota Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, kemarin.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD P) 2014, Pemprov Jawa Tengah menambah anggaran untuk infrastruktur sebesar Rp 1,2 triliun. Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk Dinas Bina Marga, Dinas PSDA, serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptakaru). Sementara tambahan anggaran belanja daerah pada APBD Perubahan 2014 sebesar Rp 1,8 triliun, sehingga total menjadi Rp 15,8 triliun. ”Dinas Bina Marga mengusulkan pos anggaran paling banyak, sebesar Rp 2,2 triliun. Sisanya untuk Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) sebanyak Rp 320 miliar, dan Dinas Ciptakaru,” ujarnya.

Menurut Hadi, anggaran untuk Dinas Bina Marga naik tajam dibandingkan dari tahun sebelumnya. Pada 2014 anggaran untuk Dinas Bina Marga hanya sekitar Rp 982,5 miliar. ”Kalau di 2014 dengan anggaran Rp 982,5 miliar saja dijadikan sebagai tahun infrastruktur, maka 2015 disebut sebagai tahun infrastruktur-infrastruktur, karena anggaran lebih besar,” ujarnya.

Untuk Perbatasan

Anggaran infrastruktur untuk Dinas Bina Marga rencananya digunakan untuk perbaikan jalan, yang lebih banyak digunakan untuk perbatasan di wilayah barat dan timur. Alokasi tersebar di lima balai yang ada. Selain itu, juga untuk penyelesaian kelanjutan proyek pembangunan jaringan jalan lintas selatan (JJLS) Jawa Tengah sebesar Rp 90 miliar untuk pembebasan lahan di Purworejo dan Cilacap, dan pembangunan drainase sebidang jalan dan perbaikan gorong-gorong sekitar Rp 120 miliar.

Pada 2015 nanti Pemprov Jateng juga akan memperbaiki jalan-jalan alternatif yang mengiringi jalur Pantura. Jalur alternatif di Kabupaten Kendal, Batang, Pemalang, Pekalongan, dan Tegal akan mendapatkan perhatian lebih. ”Jalur-jalur tersebut akan ada peningkatan dan pelebaran jalan,” imbuhnya. 

Karena tahun depan akan banyak pembangunan jalan, lanjutnya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kemacetan di mana-mana.
”Karena itu sejak awal kami minta desain manajemen transportasinya seperti apa,” imbuhnya.

Dengan besarnya anggaran infrastruktur, diharapkan permasalahan pengendalian muatan juga ikut diperhatikan dan optimalisasi jembatan timbang yang sampai saat ini baru tujuh yang beroperasi. (J8,H68-80)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/25/271345/2015-Anggaran-Infrastruktur-Jateng-Rp-27-Triliun

26 Agustus 2014 Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

Pelantikan Anggota DPRD Sederhana Saja

SUARA MERDEKA – Selasa, 26 Agustus 2014

SEKRETARIAT DPRD (Setwan) Jateng mengalokasikan Rp 400 juta untuk pelantikan anggota DPRD Jawa Tengah periode 2014-2019. Pelantikan 100 caleg terpilih hasil Pemilu Legislatif 2014 itu akan dilaksanakan pada 3 September mendatang.

Kepala Bagian Umum Setwan Jateng Wibowo mengatakan, dana Rp 400 juta itu telah diplot pada APBD 2014. ’’Dana sudah disiapkan, tapi itu tidak harus habis semua, hanya sesuai kebutuhan.

Sebab, acara pelantikan akan dilakukan secara sederhana sesuai instruksi gubernur supaya ada efisiensi,’’ katanya. Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk biaya jamuan makan tamu undangan dan pengamanan oleh aparat kepolisian saat pelantikan.

Jamuan makan itu untuk sekitar 850 orang yang terdiri atas 100 anggota Dewan baru bersama istri masing-masing, 98 anggota Dewan lama beserta istri masingmasing, serta tamu undangan.

’’Kami akan menggunakan anggaran pelantikan secara efisien. Sisa dana dikembalikan ke kas daerah,’’ jelasnya. Menanggapi tidak adanya pengadaan jas, Wibowo menyatakan, anggaran sebenarnya sudah ada.

Namun, belum bisa dikeluarkan karena masih menunggu surat keputusan menteri dalam negeri tentang pengangkatan anggota DPRD Jateng periode 2014-2019.

Khawatir Melanggar

’’Kalau belum ada SK Mendagri, kami tidak berani mengadakan jas baru, khawatir melanggar. Nanti setelah resmi dilantik dan ada SK, anggota DPRD tetap dibuatkan jas baru,’’ ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi tidak mempermasalahkan soal tidak ada pengadaan jas baru bagi anggota yang akan dilantik.

’’Jas bukan sesuatu yang substansial,’’ kata Rukma yang juga akan kembali dilantik menjadi anggota Dewan 2014-2019.

Terpenting, ujar politikus dari PDI Perjuangan ini, anggota legislatif melaksanakan tugas sesuai mandat rakyat.

’’Tidak perlu mempermasalahkan ada atau tidak jas baru, yang penting bekerja secara maksimal,’’ ujarnya. (Anton Sudibyo, Fani Ayudea-59)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/26/271446/Pelantikan-Anggota-DPRD-Sederhana-Saja

26 Agustus 2014 Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

Formasi CPNS 23 Daerah Belum Turun

SUARA MERDEKA – Selasa, 26 Agustus 2014

SEMARANG – Keputusan tentang formasi CPNS yang disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terus molor.

Hingga Selasa (25/8), baru formasi Pemprov Jateng dan delapan kabupaten/kota yang sudah disetujui. Delapan daerah tersebut adalah Kota Semarang, Kabupaten Demak, Blora, Grobogan, Wonogiri, Pemalang, serta Kota dan Kabupaten Magelang. Sebanyak 23 daerah lain belum jelas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah Suko Mardiono mengatakan, untuk Pemprov Jateng, formasi yang disetujui seperti yang diusulkan, yakni 166. Pihaknya telah mengajukan surat permintaan penetapan kepada Gubernur Ganjar Pranowo sebagai dasar untuk menyampaikan pengumuman.

Namun atas usulan kabupaten/kota, pengumuman formasi CPNS diharapkan serentak. ’’Kalau tidak serentak, dikhawatirkan para calon peserta di daerah yang belum diumumkan itu akan geger,’’ katanya, kemarin. Kemenpan-RB mengalokasikan kuota CPNS untuk Provinsi Jateng sebanyak 1.412.

Di antaranya 166 di provinsi dan 1.246 di 31 kabupaten/kota. Empat kabupaten yang tidak mendapat alokasi adalah Kabupaten Kudus, Rembang, Wonosobo, dan Karanganyar.

Persetujuan

Menurut Suko, rincian formasi masih memerlukan persetujuan dari Kemenpan-RB. ’’Kemarin sudah komunikasi secara lisan, sekarang saya sedang siapkan surat resmi ke Kemenpan-RB agar formasi segera turun,’’ katanya.

Suko menambahkan, sebanyak 23 kabupaten/kota akan menggelar tes CPNS di bawah koordinasi BKD Jateng, sisanya di bawah kendali Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dibanding tahun sebelumnya, seleksi CPNS 2014 memiliki keunggulan. Pendaftaran peserta dapat dilakukan secara onlinedan terintegrasi menggunakan database kependudukan.

Diterapkan pula sistem single entry. Satu orang dapat mendaftar tiga pilihan formasi di satu instansi. Persyaratan administrasi seperti surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, dan kartu pencari kerja (kartu kuning) kini tidak diperlukan saat mendaftar.

Menyangkut pengumuman formasi secara serentak, Gubernur Ganjar Pranowo sependapat dengan Suko. ’’Ya harus serentak, nanti ramai kalau nggak. Akan kami kejar (tanyakan ke kementerian-Red), berapa alokasi untuk tiap pemerintah kabupaten/kota,’’ katanya. (H68,J8-59)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/26/271447/Formasi-CPNS-23-Daerah-Belum-Turun

26 Agustus 2014 Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

Tak Bisa Selesai dengan Marah-Marah

KORAN SINDO – Sabtu, 23, Agustus 2014

PENGAMAT politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto mengatakan, kebijakan spektakuler Ganjar Pranowo belum terlaksana sama sekali. “Lambat merespons, follow up lambat. Contoh, kasus jembatan timbang.

Padahal problem jembatan timbang itu tidak bisa selesai hanya dengan marah-marah,” ujarnya. Dia meminta Ganjar mengintensifkan komunikasi dengan kabupaten/kota. Dia melihat Ganjar ketika berkomunikasi masih membawa bendera partainya. “Belum bisa mengutamakan kepentingan masyarakat. Masih kepentingan partai. Dominasi kepentingan partainya. Padahal Pak Ganjar itu Gubernur Jawa Tengah,” katanya. Pada tahun berikutnya, Yulianto berharap Ganjar bisa membawa Jawa Tengah daulat di bidang politik, penguatan pemanfaatan sumber daya alam, dan kedaulatan di bidang pangan. “Infrastruktur pertanian harus dikuatkan. Juga memperkuat kearifan lokal untuk memperkokoh Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Bukan Pendengar yang Baik

Sekretaris Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto, mengaku kecewa dengan kepemimpinan Ganjar selama setahun ini. Sebab wacana reformasi birokrasi yang dulu sering digulirkan saat kampanye tidak kunjung dilaksanakan. Eko menceritakan, pada Januari 2014 lalu, lembaganya bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah presentasi dan memberi masukan kepada Ganjar terkait revitalisasi kode etik pegawai negeri sipil, reformasi pengadaan barang dan jasa, serta penguatan inspektorat. “Tapi apa nyatanya, tidak ada tindak lanjut yang kami harapkan,” kata dia.

Justru, ujar Eko, lembaganya telah dicatut oleh gubernur bahwa Pemprov Jateng telah menggandeng KP2KKN dan ICW untuk pembenahan di Jateng sebagaimana janji kampanyenya dengan tagline “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”. “Sebenarnya, kami berharap dia bisa jadi pionir dalam hal reformasi birokrasi di Jateng, seperti Ahok di Jakarta, Ridwan Kamil di Bandung, dan Risma di Surabaya. Kami kecewa dengannya. Dia bukan pendengar yang baik, malah keminter (sok pintar),” ujar dia. Eko menambahkan, lelang jabatan yang diterapkan Ganjar di Pemprov Jateng, menurut dia, tidak sepenuhnya terbuka. “Jadi belum sesuai dengan cita-cita reformasi birokrasi,” ucap dia. l amin fauzi/ eka setiawan  

Sumber : http://www.koran-sindo.com/node/414806

26 Agustus 2014 Posted by | KP2KKN DALAM BERITA, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG | Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: