KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

“Sedia Dua Pelat, Itu Sudah Biasa…”


SUARA MERDEKA – Sabtu, 30 Agustus 2014

image
SM/Maulana M FahmiTANPA STIKER: Deretan mobil dinas tanpa stiker larangan menggunakan BBM subsidi diparkir di halaman kantor gubernur Jateng. (58)

MOBIL dinas berpelat nomor hitam sudah menjadi pemandangan umum di setiap instansi pemerintah. Kepentingannya macam-macam. Ada yang untuk jaga gengsi, jalan-jalan bareng keluarga, hingga menghindari pembatasan BBM bersubsidi. Karena itu, pengguna kendaraan tak hanya mengganti pelat merah dengan pelat hitam. Stiker yang menerangkan bahwa mobil tersebut tidak menggunakan BBM bersubsidi juga dihilangkan. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, ratusan mobil dinas di lingkungan Pemprov Jateng kini tak lagi dipasangi stiker BBM.

Padahal stiker itu ditempel sejak era Gubernur Bibit Waluyo dengan maksud agar petugas SPBU hanya melayani pembelian BBM nonsubsidi seperti Pertamax untuk mobil tersebut. Tanpa stiker, mobil tersebut bebas membeli BBM jenis apa pun. Fenomena ini tentu memprihatinkan di tengah kelangkaan BBM bersubsidi akibat pengendalian yang dilakukan PT Pertamina.

Salah seorang PNS yang menjabat kepala bagian di Pemprov Jateng membenarkan hal itu. Ia memastikan semua mobil dinas memiliki dua pelat: merah dan hitam. Saat tangki BBM penuh, yang dipasang pelat merah. Tapi ketika akan mengisi BBM, diganti pelat hitam. Dengan demikian, mereka bebas membeli BBM bersubsidi. ”Sudah biasa seperti itu, jadi di mobil selalu tersedia dua pelat, merah dan hitam. Tergantung kebutuhan, mana yang dipasang,” kata PNS yang tak bersedia namanya disebutkan itu.

Namun Pemprov membantah fenomena tersebut. Kepala Biro Umum Setda Rahardjanto Pudjiantoro mengatakan, pihaknya tidak pernah melihat ada mobil dinas berpelat hitam. ”Selama ini nggak ada, kami tidak melihat itu. Seharusnya sesuai dengan ketentuan mobil dinas harus berpelat merah dan menggunakan BBM nonsubsidi,” katanya.

Ia menerangkan, pejabat yang mendapat fasilitas mobil dinas yakni sekelas kepala biro dan kepala bagian ke atas. Selain itu petugas operasional seperti humas, bagian stok makan-minum, dan teknisi listrik. Karena belum pernah ada temuan pelanggaran, maka tak ada pegawai yang mendapat sanksi atau teguran. ”Kalau ada yang melanggar, ya sanksinya seharusnya diingatkan,” katanya.

Tak Sembarangan

Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan, meski tidak dipasangi stiker, mobil dinas tetap harus menggunakan BBM nonsubsidi. Bila ada mobil dinas tidak menggunakan BBM nonsubsidi, itu merupakan pelanggaran. Ia meminta masyarakat yang melihat mobil dinas berpelat hitam atau yang membeli BBM bersubsidi langsung melapor padanya. ”Yang melihat mobil dinas beli Premium, laporkan ke saya,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes A Liliek Darmanto mengatakan, mekanisme pemberian izin dobel pelat nomor pada kendaraan dinas tak mudah dan tak sembarangan. Izin hanya bisa  diberikan untuk kendaraan dinas setingkat kepala daerah dan pejabat yang memiliki tingkat ancaman besar seperti kepala kejaksaan negeri, kepala kejaksaan tinggi, dan pejabat intelijen.

”Kendaraan dinas dengan jabatan lebih rendah dari kepala daerah tidak berhak memiliki. Kan tidak ada urgensi dan relevansinya. Mereka tidak terancam bahaya apabila tetap menggunakan mobil dinas. Kecuali ada situasi seperti kerusuhan. Ini kan suasana (sekarang) aman dan kondusif,” katanya.

Liliek menjelaskan, prosedur pemberian pelat nomor umum bagi kendaraan dinas yakni dengan mengirim permohonan kepada kapolda. Berikutnya akan keluar rekomendasi dari Direktorat Intelkam, kemudian diteruskan ke Direktorat Lalu Lintas. ”Pelat nomor rahasia, karena menyangkut keamanan pejabat tersebut. Rekomendasi dari Intelkam juga berisi kelaikan pejabat tersebut dari sisi keamanan dan potensi ancaman,” ujarnya.

Terkait dengan kendaraan dinas yang tak terdaftar di Intelkam dan Ditlantas, Liliek menegaskan, akan dikenai tindakan tegas berupa tilang. (Anton Sudibyo, Fani Ayudea, Zakki Amali, Royce Wijaya-59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/30/271884

30 Agustus 2014 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: