KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Orientasi Ekonomi Komisi “Basah” Diperebutkan


SUARA MERDEKA – Jum’at, 29 Agustus 2014

  • Dinamika DPRD Kota Semarang

SEMARANG – Nuansa persaingan memperebutkan posisi ketua komisi ”basah” di DPRD Kota Semarang disayangkan oleh beberapa pihak. Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah menilai, anggota DPRD yang merupakan wakil rakyat seharusnya memikirkan kesejahteraan masyarakat. Dengan berebut komisi ”basah” di DPRD, dipastikan orientasi para anggota DPRD masih pada orientasi ekonomi, baik untuk pribadi maupun kepentingan partai. Eko Haryanto, Sekretaris KP2KKN menegaskan, anggota dewan seharusnya hanya berpikir tentang kebaikan rakyat.  ”Terus terang saya sangat kecewa, belum bekerja saja sudah rebutan jabatan. Ujung-ujungnya nanti pasti KKN (korupsi,kolusi, nepotisme-red),” tegasnya.

Komisi di DPRD Kota Semarang maupun di daerah mana pun, diakuinya ada beberapa posisi yang ”basah” dalam sudut pandang materi. Tak seharusnya, anggota legislatif hanya berorientasi pada tujuan itu karena penempatannya harus disesuaikan dengan kapabilitas, ketepatan, dan kemampuan personal. Penempatan anggota fraksi dalam sebuah komisi, diharapkan sesuai bidang dan kemampuan anggota. ”Jika penempatan pada sebuah jabatan komisi berorientasi pada kepentingan pribadi atau pun partai, besar kemungkinan anggota DPRD tersebut akan berselingkuh dengan pihak lain. Misal pengusaha, dinas, atau rekanan mereka yang minta pesenan proyek. Sehingga, fungsi kontrolnya menjadi lemah,” tegasnya.

Salah satu anggota DPRD Kota Semarang periode 2014-2019 membenarkan adanya proses perebutan komisi di DPRD Kota. Meski begitu ketegangannya tak separah tahun 2009 lalu. Perebutan jabatan di komisi, menurutnya jamak terjadi di setiap daerah, karena ada kepentingan partai maupun kepentingan golongan tertentu di sebuah lebaga seperti DPRD. ”Kompetisi pimpinan komisi hal yang lumrah dalam lembaga politik seperti DPRD. Bagi saya ini akan menempa kematangan dan kedewasaan berpolitik,” katanya.

Belum lama ini, Sekretaris DPRD Kota Semarang Fajar Purwoto menampik tentang proses pembagian pimpinan komisi yang berjalan alot. Pembagian jatah pimpinan komisi memang menjadi kewenangan masing-masing anggota DPRD yang dibahas lintas partai/fraksi. ”Saat ini prosesnya masih dalam tahap lobi-lobi antar fraksi dan berjalan kondusif. Untuk prosesnya kami serahkan kepada dewan agar dibahas sesuai kesepakatan antar-fraksi,” katanya.

Antarfraksi

Jelang pemilihan pimpinan alat kelengkapan dewan, khususnya komisi di DPRD Kota Semarang, kian menunjukkan persaingan ketat antarfraksi. Ini ditandai dengan adanya beragam manuver lewat komunikasi personal oleh para kandidat pengisi kursi panas tersebut. Menariknya persaingan ini terjadi pada komisi terbilang basah.

Komisi C di DPRD Kota Semarang selama ini dinilai menjadi komisi paling ”basah” karena membidangi masalah pembangunan. Di komisi ini, mitra kerjanya antara lain Dinas Binamarga Kota, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (PSDAESDM) yang anggaran per tahunnya mencapai ratusan miliar. Dinas Binamarga misalnya, di APBD murni tahun 2014 total anggarannya mencapai Rp 300 miliar.

Dikhawatirkan, proses perebutan jabatan komisi ini mengulang peta politik tahun 2009 lalu, ketika anggota DPRD Kota periode 2009-2014 baru saja dilantik.  Pada saat dilaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda penempatan anggota fraksi tanggal 9 September 2009, terjadi ketegangan dan nyaris terjadi perpecahan di DPRD Kota Semarang.

Koalisi partai besar yaitu Partai Demokrat, PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera berhadapan langsung untuk merebutkan jabatan di tiap komisi dengan koalisi partai tengah yaitu Partai Amanat Nasional, Partai Golkar dan Partai Gerindra. Forum itu berubah menjadi ajang saling jegal kedudukan politik dan berimbas pada molornya pembahasan di DPRD. (H71,H35-72)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/29/271773/Orientasi-Ekonomi-Komisi-Basah-Diperebutkan

30 Agustus 2014 - Posted by | KP2KKN DALAM BERITA, SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: