KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Iqbal Wibisono Kembali Mangkir


SUARA MERDEKA – Kamis, 28 Agustus 2014

  • Tersangka Bansos, Terancam 20 Tahun

WONOSOBO- Tersangka kasus Bantuan Sosial (Bansos) kembali mangkir setelah Kejaksaan Negeri Wonosobo melakukan pemanggilan untuk kali kedua.

Anggota DPR RI dari Partai Golkar ini terancam dijemput paksa. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Wonosobo, Anto Widi SH, Selasa (26/8) mengatakan, tersangka Iqbal sudah dipanggil dua kali, yakni pada Selasa (19/8) dan Senin (25/8).

Dari pemanggilan itu tersangka tidak datang dan tidak melakukan pemberitahuan alasan mangkir. ”Ya benar sudah kami panggil dua kali, namun tersangka IWtidak datang,” katanya. Dengan kondisi itu, pihaknya masih menunggu petunjuk dari atasan untuk melakukan upaya lain, termasuk penjemputan paksa. Pihaknya juga saat ini sudah menerjunkan tim untuk melacak keberadaan tersangka.

”Dulu pernah kami panggil dalam kapasitasnya sebagai saksi juga tidak datang. Saat ini kami panggil sebagai tersangka. Kami masih menunggu petunjuk atasan untuk langkah selanjutnya,” katanya. Anto menjelaskan, status perkara sudah naik ke penuntutan, sehingga tersangka bisa langsung ditahan di Rutan untuk mempermudah proses penyidikan.

Dia juga mengatakan, berkas sudah lengkap meski dalam beberapa kali pemeriksaan yang bersangkutan mangkir. Anto Widi mengatakan, rangkaian penetapan tersangka Iqbal, berawal dari tertangkapnya mantan anggota DPRD Wonosobo dari Fraksi Partai Golkar Gatot Sumarlan. Gatot yang menerima gelontoran bantuan dari Iqbal yang kala itu menjadi anggota DPRD Jateng. Keduanya kemudian ditetapkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana Bansos pada tahun 2008, meski dalam waktu terpisah. Modusnya, tersangka diduga telah memotong dana bantuan sebesar Rp 80 juta dari total anggaran dari Pemerintah bantuan Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 200 juta.

Proses penanganan kasus Iqbal ini tergolong alot dibanding dengan tersangka Gatot, karena ditahan. Penahanan itu sudah sesuai prosedur hukum yang ada. Tersangka Iqbal dijerat Undang-undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Pemberantasan Korupsi junto pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Semua proses sudah kami lalui. Total bantuan yang dipotong tersangka sebesar Rp 80 juta,” terangnya. Anto mengatakan, kasus ini akan diselesaikan secara serius, karena laporan masyarakat yang masuk sebenarnya sudah cukup lama. “Kasus ini perkara lama, sehingga sudah kami selesaikan secepatnya,” terangnya.(H67-32,88)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/28/271591

30 Agustus 2014 - Posted by | WONOSOBO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: