KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Digratiskan APBD, SD Negeri Nekat Tarik Uang


SUARA MERDEKA.COM – Rabu, 27 Agustus 2014

KLATEN, suaramerdeka.com – Sekolah-sekolah dasar negeri di Kabupaten Klaten menarik uang Rp 10.000 sampai Rp 15.000/ siswa dalam penyeragaman batik siswanya. Padahal, pengadaan seragam batik sudah didanai APBD 2013 Rp 4 miliar.

Eka, orang tua siswa SDN di Kecamatan Delanggu mengatakan untuk mendapat seragam batik bagi anaknya ditarik Rp 10.000 oleh sekolah awal tahun lalu. Alasan sekolah, dana digunakan untuk membayar ongkos jahit seragam batik. “Batiknya warna merah ada tulisan Klaten ,” katanya, Rabu (27/8).

Menurutnya, dari sisi mutu kain, batik itu hanya ala kadarnya sama seperti baju seragam yang dijual di pasar. Kainnya kaku dan panas saat dipakai siswa. Namun orang tua tidak bisa menolak sebab digunakan untuk seragam siswa. Soal sebenarnya seragam itu dianggarkan ABPD, orang tua siswa tidak tahu-menahu. Yang penting anaknya bisa masuk sekolah sehingga tetap membayar.

Dari sekolah siswa hanya mendapatkan baju batik saja. Sementara untuk ketentuan seragam harus dengan bawahan warna putih. Untuk pakaian bawahan siswa membeli sendiri di luar sekolah.

Beda lagi dengan Nanik, orang tua siswa SDN Tlogowatu, Kecamatan Kemalang. Dikatakannya, uang seragam batik itu dibayarkan bersamaan saat tahun ajaran baru. Alasan penarikan uang oleh sekolah karena untuk ongkos jahit.

Mantan wakil Ketua DPRD Klaten yang saat ini kembali menjadi anggota DPRD 2014-2019, Darmadi SH MH mengatakan seingatnya saat pembahasan APBD 2013 lalu yang dianggarkan adalah pengadaan seragam SDN.

“Jadi bukan pengadaan kain. Mestinya seragam sudah jadi dan gratis,” ungkapnya.  Mantan anggota badan anggaran DPRD Klaten yang kini juga menjabat lagi, Drs Sri Widodo mengatakan hal yang sama. Seingatnya, batik untuk SDN itu dianggarkan APBD. Anggarannya sekitar Rp 4 miliar.

Saat pembahasan sempat alot sebab awalnya Dinas Pendidikan mengajukan Rp 5,9 miliar. Anggaran seragam itu masuk poin pendampingan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Jika kemudian batiknya gratis tetapi upah jahitnya masih menarik uang, maka harus ada penjelasan.

Sebab seingatnya mata anggaran berbunyi pengadaan seragam batik, bukan semata kain.  Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Drs Pantoro MM mengatakan sepengetahuan Dinas seragam itu gratis dan tidak ada tarikan dana. Soal ada ongkos jahit, Dinas akan mengecek ke lapangan.

( Achmad Hussain / CN19 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/08/27/214608/Digratiskan-APBD-SD-Negeri-Nekat-Tarik-Uang

27 Agustus 2014 - Posted by | KLATEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: