KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Vonis Banding Korupsi PDAM Jadi 4 Tahun


 

SUARA MERDEKA.COM – Minggu, 24 Agustus 2014

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Perkara tindak pidana korupsi mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Sari Wonogiri, Sumadi, masih berlanjut. Pasalnya, setelah banding dan divonis 4 tahun, kini Sumadi mengajukan kasasi, dan demi keadilan akan mengadukan para pihak yang terlibat.

 

Penasehat hukum Tri Harsono, menyatakan, mengajukan kasasi karena ada diskriminasi perlakuan hukum. Sebab hanya Sumadi saja yang diproses, pada hal senyatanya terdapat bukti kuat keterlibatan pihak lain. Judex Factie tidak memerintahkan penyidik, untuk menyeret atau memproses para pihak yang terindikasi terlibat.

 

”Sangat sulit dipahami, dalam kasus ini hanya ada satu terdakwa Sumadi seorang diri. Pada hal, terdapat bukti kuat keterlibatan pihak lain selain Sumadi,” jelas  Tri Harsono.

 

Kajari Wonogiri Dwi Setyo Budi Utomo melalui Kasi Pidsus Naimullah (SM, 23/7), menyatakan, telah menerima pemberitahuan vonis banding Sumadi 4 tahun penjara. Juga dikenai denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 259.481.500,-subsider pidana penjara 1 tahun.

 

Seperti pernah diberitakan, kasus ini berawal dari tidak dibayarkannya uang pembelian pipa ledeng dan kelengkapan asesoriesnya kepada PT Superpam, selaku rekanan penyedia barang. Meskipun, bendara PDAM telah mengeluarkan dana pembeliannya. Ketika perkara ini disidangkan, baru belakangan pihak keluarga Sumadi melunasi uang pembelian pipa ledeng itu, langsung ke PT Superpam.

 

Kerugian Negara Terkait vonis banding pada kliennya, Tri Harsono menilai, Pengadilan Tinggi telah keliru dalam menentukan kerugian negara.

 

”Kerugian negara yang nyata dalam perkara ini, tidak pernah ada. Namun terdakwa tetap dihukum untuk mengganti kerugian negara sebesar Rp 259.481.500,-,” tandasnya.

 

Amar putusan yang menghukum terdakwa mengganti kerugian negara, ini sangat kontradiktif dengan pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi, yang berkesimpulan terdakwa telah merugikan PT Superpam. Dalam menentukan kerugian negara, tandas Tri Harsono, Judex Factie dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berbeda. Sebab JPU menentukan jumlah Rp 308.751.363,-.

 

”Terbukti kemampuan dan keahlian dalam menghitung/menentukan kerugian negara, baik JPU maupun Judex Factie sangat diragukan,” jelasnya.

 

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor: 1 Tahun 2004 dan UU Nomor 15 Tahun 2006, baik JPU maupun Judex Factie tidak berwenang menentukan kerugian negara, apabila tidak melalui BPK atau BPKP.

 

Ditegaskan oleh Tri Harsono, Judex Factie mengabaikan kesaksian Sumarjo dan Suharno. Keduanya adalah Direktur PDAM yang menggantikan Sumadi. Dalam kesaksian di persidangan, keduanya menyatakan telah menyetujui kesepakatan tagihan PT Superpam dialihkan pada terdakwa. Yang saat itu, PT Superpam juga menyetujuinya. Kedua saksi juga menyatakan, tidak ada kerugian pada PDAM Wonogiri.

 

”Tapi ini tidak dijadikan landasan,” jelas Tri Harsono.

 

Kata Tri Harsono, kesepakatan terdakwa dengan PDAM dan PT Superpam, menurut saksi ahli merupakan perbuatan perdata, bukan pidana. Di sisi lain, Judex Factie mengakui pembayaran yang sah oleh terdakwa hanya Rp 33.490.295,-. Pembayaran sebesar Rp 10 juta dan Rp 292.971.175,- tidak diakui sebagai pembayaran yang sah.

 

”Ini jelas tidak konsisten dan kontradiktif,” tegasnya.

 

Pengadilan Tinggi yang memutus banding, ternyata menambah hukuman Sumadi dari 3 tahun menjadi 4 tahun, tanpa disertai alasan pertimbangan dan bukti konkrit terperinci. Ini dinilai melanggar hukum, sesuai dengan yurisprudensi Makamah Agung (MA) Nomor: 662K/Pid/1992 Juncto Nomor: 143K/Pid/1993 Juncto Nomor: 1168K/Pid/2000.

 

Judex Factie dinilai juga telah mengabaikan bukti yang diajukan terdakwa, yakni berupa laporan hasil audit BPKP Provinsi Jateng Nomor:LHA 2447/PW11/4/2011 tanggal 31 Mei 2011, yang menyimpulkan tidak ada penyimpangan dan kerugian negara di PDAM Wonogiri.

( Bambang Purnomo / CN39 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/08/24/214218/Vonis-Banding-Korupsi-PDAM-Jadi-4-Tahun

26 Agustus 2014 - Posted by | WONOGIRI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: