KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Tebaran Jala Korupsi Nazaruddin


SUARA MERDEKA – Kamis, 21 Agustus 2014

TAJUK RENCANA

Korupsi M Nazaruddin bagai gurita yang menebarkan jala untuk “menjaring” kakap-kakap. Pengibaratan ini kita ketengahkan ketika dalam rang­kaian persidangan skandal mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, saksi Yulianis menyebut sejumlah orang penting. Nama Marzuki Alie, Ketua DPR dari Partai Demokrat dan Fahri Hamzah, petinggi Partai Keadilan Sejahtera diung­kapkan sebagai bagian dari penerima aliran uang Nazaruddin.

Marzuki dan Fahri langsung me­nyanggah. Fakta persidanganlah yang akan membuktikan apakah Yulianis memang punya data kuat, atau kedua elite Senayan tersebut punya alibi sahih untuk menggugurkan tudingan. Yang jelas, inilah untuk kali kesekian seorang Naza­ruddin menyeret tokoh penting da­lam pu­saran perkaranya setelah Anas, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, dan anggota DPR Angelina Patricia Sondakh.

Pola korupsi Nazaruddin melibatkan orang-orang penting, memberi kesan ia ingin membangun bari­kade politik yang kuat. Juga posisi ta­war ketika ia bisa mengatur banyak to­koh, memainkannya untuk dijadi­kan bumper kalau sewaktu-waktu menghadapi proses hukum seperti sekarang. Efektif atau tidak pola tersebut, Nazar melakukan sekaligus menunjukkan betapa korupsi telah membentuk gurita yang membelit elite kekuasaan.

Gurita itu membentuk lingkaran permainan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Juga menciptakan kengerian betapa korupsi telah mempola seperti itu, walaupun banyak skandal yang sebenarnya juga menampilkan wajah serupa. Kalau kesaksian yang berkembang dalam kasus Nazar itu terbukti benar, kita sekali lagi disuguhi oleh realitas pembodohan rakyat lewat sekelompok elite yang dengan semaunya sendiri mengutak-atik anggaran negara.

Kita terkadang hanya bisa mengurut dada melihat perilaku elite, misalnya yang dengan penuh semangat membangun opini pemojokan terhadap Komisi Pemberantasan Klorupsi (KPK). Baik dari kacamata legal-formal yang normatif, maupun dengan pendekatan-pendekatan politis. Rakyat tahu belaka, apa pun justifikasinya, ada nuansa pembodohan seolah-olah steering opini itu disampaikan secara murni padahal membawa pesan kepentingan tertentu.

Maka ketika sejumlah nama disebut dalam persidangan, bantahan disampaikan, dan reaksi publik berkembang, hakikatnya itulah bagian dari peta persoalan korupsi di Indo­ne­sia. Di balik kampanye perang melawan kejahatan luar biasa itu, kekuat­an-kekuatan yang secara sistematis berusaha melemahkan terus bergerak. Kita hanya bisa menunggu setiap perkembangan. Dan, bagi yang ber­akal sehat, semua menjadi pendidikan karakter yang luar biasa.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/21/270909/Tebaran-Jala-Korupsi-Nazaruddin

26 Agustus 2014 - Posted by | ARTIKEL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: