KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Sanksi Koruptor Proyek Al Quran Diperberat


KORAN HARIAN – Senin, 25 Agustus 2014

JAKARTA. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding yang diajukan oleh mantan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Jauhari.

Sebelumnya, Jauhari divonis oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam kasus korupsi pengadaan Al Quran di Ditjen Bimas Islam tahun anggaran 2011 dan 2012.

Kepala Bagian Humas Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Hatta mengatakan, hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta justru memperberat hukuman Jauhari. “Putusannya, pidana dinaikkan dari delapan tahun menjadi 10 tahun,” kata Hatta, kemarin (24/8).

Tapi, Hatta tak merinci pertimbangan hakim dalam memutuskan banding kasus ini. Sidang ini dipimpin oleh Syamsul Bahri Bapatua sebagai hakim ketua.

Catatan saja, pada 10 April 2014, Pengadilan Tipikor memvonis Jauhari hukuman pidana delapan tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsidair enam bulan kurungan dalam kasus korupsi pengadaan Al-Quran dan divonis. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp 100 juta dan US$ 15.000 yang diterima dari pemenang proyek pengadaan Al-Quran. Tapi, ia telah mengembalikan uang itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat penyidikan.

Sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Jauhari terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi pengadaan Al-Quran tahun 2011-2012. Jauhari menetapkan PT A3I sebagai pelaksana pengadaan Al Quran 2011 dengan anggaran Rp 22,87 miliar. Lalu pada 2012, Jauhari menetapkan PT  Sinergi Pustaka Indonesia dalam proyek yang sama dengan anggaran Rp 59,3 miliar. Jauhari dianggap merugikan negara Rp 27,05 miliar.

Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho bilang, Jauhari seharusnya dihukum minimal 13 tahun sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di KPK. Adinda Ade Mustami

Sumber : Koran Harian, 25 Agustus 2014

26 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: