KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Saksi Cabut Keterangan dalam BAP


SUARA MERDEKA – Selasa, 26 Agustus 2014
 
Korupsi Taman Kiai Langgeng

SEMARANG – Kasus dugaan korupsi penataan Taman Kiai Langgeng menuju SMPN 7 Magelang yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (25/8) menyita perhatian pengunjung sidang. Hal itu setelah konsultan pengawas dari PT Hamparan Pinang Magelang, Beny Dwi Saputro yang menjadi saksi persidangan mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) Polres Magelang. Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik, saksi Beny menegaskan, proyek penataan taman Kiai Langgeng sudah sesuai kontrak. “Sudah sesuai kontrak, baik kualitas dan volume proyek,” tegas Beny.

Meskipun hakim mempertegas kembali dan membacakan ulang keterangan di BAP kepolisian, saksi yang melakukan pengawasan proyek selama 50 hari kerja ini tetap menyatakan, berita acara itu tidak benar. Beny merupakan salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Roy Arlan dan kawan-kawan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang. Tiga saksi lain yang dihadirkan ialah dua pegawai Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) Kota Magelang, Wardani Armiyati dan Sudaryanto, serta PNS Pemkot Magelang Larsita. Keempat saksi ini memberikan keterangan kepada majelis hakim dalam perkara korupsi dari tiga terdakwa, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Kusdi, serta dua rekanan dari CVAJaya, Suharno dan Sugito. Keterangan Palsu Erintuah mengatakan, keterangan di BAP disebutkan tiang lampu yang diproyeksikan semula galvanis digantikan besi biasa, sedangkan cat semprot diubah cat kuas. Beny pun tetap yakin dan tak mengubah jawaban. Dalam perkara ini, Jaksa Roy mendakwa Kusdi, Suharno, dan Sugito melakukan korupsi penataan Taman Kiai Langgeng yang merugikan negara sebesar Rp 60 juta. Pagu anggaran penataan taman yang dialokasikan APBD Jateng tahun 2012 itu sebesar RP246 juta. Proyek itu meliputi bongkar paving, pengadaan tanaman, serta tiang, dan lampu hias. Meski proyek belum rampung, namun pembayaran kepada rekanan telah diselesaikan 100 persen. Menanggapi pernyataan Beny di persidangan, Roy menilai saksi yang telah disumpah itu telah memberikan keterangan palsu.

Menurutnya, terdapat kekurangan fisik proyek, berupa tiang lampu senilai Rp 60 juta. Ia pun berencana melaporkan Beny ke kepolisian. “Itu pidana, semestinya dia (saksi Beny) jujur karena proyek itu fisiknya memang kurang. Kalau itu kesaksian palsu, kami akan melaporkan ke kepolisian,” ungkapnya. (J17,J14-80)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/26/271380/Saksi-Cabut-Keterangan-dalam-BAP

26 Agustus 2014 - Posted by | MAGELANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: