KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Rudy Berdalih Rina Jadi Korban Keberingasan Penyidik Kejati Jateng


TRIBUN JATENG.COM – Rabu, 20 Agustus 2014

Korupsi GLA Karanganyar

Rudy Berdalih Rina Jadi Korban Keberingasan Penyidik Kejati Jateng
 
tribunjateng/WAHYU SULISTYAWAN
 
RINA IRIANI mantan bupati Karanganyar dua periode, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa 19 Agustus 2014. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Sidang perdana Rina Iriani dalam kasus dugaan korupsi subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar di Pengadilan Tipikor Semarang (19/8), tim kuasa hukum terdakwa langsung ajukan eksepsi (keberatan).

Tim kuasa hukum Rina Iriani, menyatakan mengajukan ekspesi (nota keberatan), seusai jaksa membacakan dakwaan setebal 72 halaman. Mereka pun meminta izin kepada majelis hakim, untuk langsung membacakan eksepsi setebal 67 halaman, yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Dalam nota keberatannya itu, tim kuasa hukum Rina, menyatakan bahwa kliennya telah menjadi korban keberingasan tim penyidik Kejati Jateng, dan tim JPU Kejari Karanganyar. “Karena ketidakprofesionalannya, tim penyidik telah melakukan kejahatan jabatan dalam proses penyidikan terdakwa,” kata anggota tim kuasa hukum, Rudy Alfonso.

Lantaran itu, Rina pun telah melaporkan hal ini ke Jamwas Kejagung RI. Atas laporan itu, Rudy melanjutkan, Jamwas pun turun tangan dan telah memeriksa tim penyidik. Di samping itu, pihaknya juga melaporkan adanya dugaan alat bukti palsu, ke Polda Jateng. Oleh karena itu, seharusnya, tim JPU menarik kembali dakwaannya.

“Sebelum jaksa menggunakan alat bukti tersebut dalam pokok perkara, harusnya mereka berkonsultasi dulu dan menunggu hasil uji laboratorium forensik atas laporan kami. Hal ini sesuai arahan dari Jamwas, yang memeriksa tim penyidik sebelumnya,” ujar Rudy.

Lantaran, tetap menyatakan berkas perkara ini P-21, dan bahkan melimpahkan ke pengadilan, Rudy menilai Kejati Jateng, telah melakukan pembangkangan. “Sebagai institusi vertikal, seharusnya Kejati Jateng mematuhi instruksi institusi di atasnya,” kata dia.

Secara tegas, tim kuasa hukum juga menolak dalil bahwa Rina menerima dan menggunakan dana senilai Rp 11,8 miliar, yang didakwakan jaksa sebagai hasil korupsi. Menurut tim kuasa hukum, jaksa tidak menyebut secara tepat dan pasti, kapan dan dimana tindak pidana yang didakwakan telah dilakukan.
“Dakwaan jaksa kabur, ambigu, dan multitafsir, sehingga harusnya batal demi hukum,” lanjut anggota tim kuasa hukum lainnya, M. Taufik.

Atas eksepsi ini, majelis hakim memberi kesempatan satu minggu kepada tim jaksa, untuk memberikan tanggapan. “Sidang akan dilanjutkan pada Senin  (25/8) pekan depan,” kata ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto.

Usai persidangan, Rina yang dikerubuti awak media, tak memberi banyak komentar. Ia menyerahkan sepenuhnya permasalahan hukum, kepada tim kuasa yang telah ditunjuk.

Rina menandaskan, selama persidangan ia akan kooperatif. Disampaikan, pada sidang kali ini, ia sudah bersiap berangkat dari rumahnya di Jateng, Karanganyar, pada sekitar pukul 05.30. “Saya akan koopertif. Tadi pagi-pagi sudah bersiap berangkat dari rumah,” ujar dia.

Rina mengaku selama ini ia tetap sehat dan beraktivitas seperti biasa. Menurutnya, usai tak menjabat sebagai bupati, ia mengabdikan diri membantu mengajar di SDN 2 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar. “Sekarang mengajar di SD,” ucapnya, sembari berjalan ke luar gedung pengadilan.

Tak semua pertanyaan dapat dijawab oleh Rina. Begitu mobil Toyota Innova warna hitam, B 1695 AS, menghampiri, Rina bersama beberapa anggota tim kuasa hukum, langsung masuk ke mobil. Mereka segera berlalu meninggalkan halaman gedung Pengadilan Tipikor Semarang. (tribuncetak/yan)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2014/08/20/rudy-berdalih-rina-jadi-korban-keberingasan-penyidik-kejati-jateng

26 Agustus 2014 - Posted by | KARANGANYAR

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: