KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pejabat Bina Marga Tersangka


KORAN SINDO – Jum’at, 22 Agustus 2014

SEMARANG –Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menetapkan pejabat Dinas Bina Marga Kota Semarang berinisial SR menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan ruas Jalan Kokrosono tahun anggaran 2013 senilai Rp2,3 miliar.

Sebelumnya, penegak hukum juga telah menetapkan tersangka lain berinisial J, Direktur CV Bintang Sembilan, rekanan proyek. “Kami sudah tetapkan tersangka baru pada Senin (18/8) lalu,” kata Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Semarang Budhi Purwanto kepada wartawan di ruang kerjanya di Tanjung Emas kemarin. Penetapan SR sebagai tersangka didasarkan keterangan yang diberikan J dalam pe me – riksaan dan dokumen lain yang terkait.

 Menurut Budhi Purwanto, dalam proyek itu SR menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). “Dari keterangan saksi dan keterangan tersangka J, menunjukkan keterlibatan SR dalam kasus ini,” ungkapnya. Untuk mempercepat proses hukum, Kantor Cabang Kejari Semarang akan segera memanggil 13 orang saksi untuk diperiksa. “Kami fokus segera melimpahkan berkasnya ke meja penuntutan,” katanya.

Mengenai kemungkinan bertambahnya tersangka lain, termasuk kapan dilakukan penahanan terhadap tersangka Budhi Purwanto, belum dijelaskannya. Hal itu tergantung hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus. Sementara untuk penahanan tersangka, kini jaksa hanya fokus pada pemeriksaan saksi.

Terpisah, Sekretaris Komite Penyidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah Eko Haryanto berharap penyidik mengambil langkah berani dengan menahan tersangkanya. “Saya harap kalau memang ada pihak yang terlibat, sebaiknya ditahan untuk mempermudah proses hukum selanjutnya,” katanya. Kasus dugaan korupsi ini mencuat karena pekerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Kokrosono senilai Rp2,3 miliar tidak tuntas.

Pekerjaan meliputi pengaspalan, pelebaran jalan, perbaikan drainase, dan trotoar di Jalan Kokrosono, mulai masuk dari arah Jalan Siliwangi sampai sekitar 800 meter diduga sarat korupsi. Selain tidak tuntas, juga terjadi kelebihan pembayaran kepada rekanan proyek yang dilakukan SR.

Kejanggalan dalam pekerjaan proyek antara lain volume pekerjaan dikurangi, termasuk beberapa jenis material yang dibayar mahal. Hasil investigasi internal menemukan kerugian negara sebesar Rp145 juta. lyos naiobe

Sumber : http://www.koran-sindo.com/node/414494

26 Agustus 2014 - Posted by | KP2KKN DALAM BERITA, SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: