KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Korupsi Dana Bansos Dibongkar


PATI EKSPRES – Rabu, 20 Agustus 2014

Kejari Temukan 161 Kelompok Penerima Dana Bansos Bermasalah

GROBOGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwodadi segera memanggil Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan Heryi Rusdjijanto. Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) dari Provinsi Jateng tahun 2011-2012. 

Heryi dinilai tahu persis dugaan penyimpangan dana bantuan itu, karena semua proposal yang diajukan puluhan kelompok kesenian tradisional atau lembaga bergerak di bidang seni dan budaya di daerah itu yang menandatangani adalah Kepala Disporabudpar.

“Kami sudah menetapkan Hutomo alias Gutomo sebagai tersangka kasus Bansos. Tersangka merupakan warga Desa Karangpahing Kecamatan Penawangan. Peran tersangka adalah pembuat proposal yang akan diserahkan ke provinsi atas nama kelompok kesenian yang mengajukan bantuan,” ungkap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Purwodadi, Askari SH, Selasa (19/8) kemarin.

Askari menyebutkan, jumlah penerima Bansos bermasalah ada 161 kelompok dan yayasan. Bantuan yang diterima antara Rp 4 juta – Rp 6 juta. Sebanyak 30 penerima Bansos telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Kejari Purwodadi. Dari keterangan mereka, bahwa Hutomo datang memberikan penawaran proposal Bansos ke Provinsi, dengan syarat minta imbalan 50 persen dari jumlah dana yang diterima.

“Dalam penawarannya, tersangkalah yang akan bekerja. Termasuk dalam pembuatan proposal dan pengajuannya ke Pemprov. Dari pengakuan tersangka, ia menerima sekitar Rp 300 juta dari total Bansos sekitar Rp 650 juta yang diterima 161 penerima. Dan dana sebesar itu dibagi dengan dua orang yang salah satunya dari jajaran eksekutif,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah tersangka kasus tersebut bisa lebih dari satu orang. Mengingat pengajuan proposal Bansos perlu ada tanda tangan persetujuan dari dinas terkait. “Tidak menutup kemungkinan akan muncul tersangka baru. Kami masih terus mendalami, apakah tersangka Gutomo merupakan calo sungguhan atau hanya pesuruh dari oknum pejabat,” imbuh Askari.

Terpisah, Kepala Disporabudpar Heryi mengaku siap dipanggil Kejari terkait kasus Bansos tersebut. “Saya tidak terlibat kasus tersebut. Saya hanya menandatangani proposal yang diajukan lembaga atau kelompok kesenian. Akan tetapi, jika Kejari memanggil, saya siap kapan pun,” kata Heryi saat dihubungi JATENG POS via ponselnya.

Seperti diberitakan JATENG POS sebelumnya, sebanyak 30 dari 160 penerima Bansos Provinsi Jateng anggaran 2011-2012 telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Kejari Purwodadi. Dari keterangan terpanggil, seluruhnya menyatakan bahwa Hutomo alias Gutomo datang memberikan penawaran dengan syarat tersendiri. “Dari saksi yang kami panggil, semua mengatakan hal yang sama.

Memberikan keterangan bahwa ada keterlibatan calo bansos yang melakukan penawaran dan memotong bantuan hingga 50 persen dari besaran yang diterima, yakni saudara G,” ujar Kepala Kejari Purwodadi Sinarta Sembiring kepada JATENG POS.

Dikatakannya, pihaknya sendiri sudah menetapkan G sebagai tersangka. Modus yang digunakan tersangka adalah menawari sejumlah yayasan dan lembaga yang bergerak di bidang seni budaya untuk memperoleh bansos. Dalam penawarannya, tersangkalah yang akan bekerja. Termasuk dalam pembuatan proposal pengajuannya. “Masing-masing penerima tidak repot dalam hal persyaratan. Semua telah diberesi tersangka, dengan kesepakatan 50 persen dari nominal bantuan masuk ke kantong G. Dari pengakuan tersangka, ia menerima rata-rata Rp 300 juta,” ungkap Sinarta. (del)

Sumber : http://www.patiekspres.co/2014/08/korupsi-dana-bansos-dibongkar/

26 Agustus 2014 - Posted by | GROBOGAN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: