KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Keterangan Yulianis Tak Akan Menguap


SUARA MERDEKA – Senin, 25 Agustus 2014
 
  • Dugaan Suap Marzuki Alie

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan menindaklanjuti keterangan eks wakil direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis yang menyebut adanya uang untuk Fahri Hamzah dan Marzuki Alie. KPK ­menjamin keterangan Yulianis itu tak akan ­menguap.

”Kalau memang sudah ada datanya, ada dua unsur alat bukti, kalau semua sudah solid nggak ada alasan bagi KPK untuk tidak menindak lanjuti. Sekarang mana bukti yang pernah me­nguap?” kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Minggu (24/8).

Bambang menegaskan, saat ini jaksa penuntut tengah memilah-milah keterangan dari Yulianis yang bernilai benar. Setelah itu, jaksa akan berkoordinasi dengan penyidik untuk mene­ruskan kasus.

”Memang tugasnya penyidik to collect information dari semua proses yang bekerja. Bahwa kemudian bagaimana tindak lanjutnya, ya setelah mendengar laporan dan mendapat bukti-bukti yang lain. Baru kemudian mengambil sikap,” jelas Bambang.

Dalam persidangan, Yulianis membuka catatan keuangan Grup Permai. Apakah KPK juga memegang kwitansi pengeluaran Grup Permai seperti yang dibuka Yulianis di persidangan? ”Kalau soal barang bukti seperti itu penyidik yang tahu. Nanti akan saya cek dulu,” tegas Bambang.

Seperti diketahui, saat diha­dirkan di persidangan sebagai saksi untuk terdakwa Anas Urbaningrum, Yulianis mem­buka beberapa nama yang mendapat aliran dana dari Grup Permai.

”Yang saya ingat yang 1 juta dolar AS itu ke Pak Marzuki, itu tanggal 11 Januari 2010,” ujar Yulianis saat bersaksi dalam persidangan Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor, Senin (18/8).

Penyebutan uang dari kas Grup Permai ke Marzuki bermula saat Anas bertanya ke Yulianis mengenai berita acara pemeriksaan (BAP) Nazaruddin nomor 98.

Beli Tanah

Dalam BAP tersebut disebutkan Anas berkomunikasi dengan Nazar pada awal 2011 melalui BlackBerry Messenger (BBM). Nazar menyebut Anas meminta duit 1 juta dolar AS.

Nazar pada BAP seperti dibacakan Anas menyebutkan uang diminta untuk membayar pembelian tanah di Yogyakarta. Uang ini sebut Nazar diminta ke Yulianis. Namun menurut Yulianis, uang tidak ditujukan ke Anas. Ajudan Nazar bernama Iwan menyebut uang diantar ke Marzuki.

Marzuki belum bisa dikonfirmasi soal pengakuan ini karena masih terbaring di rumah sakit. Namun mantan tim suksesnya saat Kongres PD 2010, Achsanul Qosasi, pernah membantah tudingan ada bagi-bagi duit, termasuk untuk Marzuki.

Achsanul juga menolak Marzuki disamakan dengan Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum.

Apalagi dua kandidat Ketum PD di Kongres 2010 silam itu kini jadi tersangka kasus Hambalang.

Pengadilan Tipikor bahkan mengungkap ada miliaran rupiah uang Hambalang digunakan untuk pemenangan keduanya di Kongres PD.

”Itu dalam konteks apa? Kalau urusan di Kongres bedalah,” kata Achsanul.

Yulianis juga menyebut ada uang 25 ribu dolar untuk Wasekjen PKS Fahri Hamzah. Fahri Hamzah sendiri telah membantah ada uang Grup Permai yang mengalir kepadanya. Bahkan, Wasekjen PKS itu menyebut keterangan Yulianis adalah fitnah.(dtc,ant-90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/25/271318/Keterangan-Yulianis-Tak-Akan-Menguap

26 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: