KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Hukuman Koruptor Pengadaan Alquran Ditambah


SUARA MERDEKA – Minggu, 24 Agustus 2014
image

JAKARTA- Majelis banding Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman mantan direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Achmad Jauhari menjadi 10 tahun penjara.

Jauhari merupakan terdakwa kasus korupsi penggandaan Alquran di Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2011-2012.

Kepala Bagian Humas Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Hatta mengatakan, majelis banding menolak banding yang diajukan terdakwa. Dalam putusannya, majelis banding justru memperberat dari hukuman delapan tahun penjara seperti yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor pada tingkat pertama menjadi hukuman penjara selama 10 tahun.

Hatta menjelaskan, majelis banding dipimpin oleh hakim Syamsul Bahri Bapatua. ”Putusannya Juli 2014. Pidana terdakwa Achmad Jauhari dinaikkan dari semula 8 tahun menjadi 10 tahun,” ujar Hatta, kemarin. Seperti diketahui, pada 10 April lalu, majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, menjatuhkan putusan pidana delapan tahun penjara terhadap Jauhari.

Ketua Majelis Hakim Anas Mustakim menyatakan, Jauhari sebagai Pejabat Pembuat Komitmen terbukti korupsi dalam proyek pengadaan dan penggandaan kitab suci Alquran di Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama tahun anggaran 2011-2012, dan merugikan negara lebih dari Rp 27 miliar.

Terbukti Bersekongkol

Majelis hakim juga mengganjar Jauhari dengan pidana denda sebesar Rp 200 juta. Jika tidak dibayar, maka dia harus menjalani pidana kurungan selama enam bulan. Hakim ketua Anas juga menjatuhkan putusan pidana pengganti kepada Jauhari. Yakni berupa membayar uang ganti rugi kepada negara sebesar Rp 100 juta dan 15 ribu dolar AS, tapi dikurangkan karena dia sudah mengembalikan uang sejumlah itu kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut majelis hakim, Jauhari terbukti melanggar dakwaan primer.

Yakni Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU No 31/1999 sebagaimana diubah UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana. Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada KPK pertengahan Maret lalu. Saat itu, mereka menuntut Jauhari supaya dipenjara selama 13 tahun.

Majelis hakim menyatakan, Jauhari telah terbukti bersekongkol korupsi dengan beberapa pihak. Antara lain Abdul Karim, Mashuri, Nasaruddin Umar (mantan Dirjen Bimas Islam, kini Wakil Menteri Agama), Zulkarnaen Djabar, Fahd El Fouz, Direktur Utama PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (PTA3I) Ali Djufrie, dan Direktur Utama PT Sinergi Pustaka Indonesia (SPI) Abdul Kadir Alaydrus mengorupsi proyek pengadaan dan penggandaan kitab suci Alquran di Ditjen Bimas Islam Kemenag tahun 2011-2012.

Jauhari juga terbukti memperkaya banyak pihak. Antara lain mantan ketua Unit Layanan Pengadaan Ditjen Bimas Islam Kemenag, Mashuri, sebesar Rp 50 juta dan 5 ribu dolar AS, pemilik PTPerkasa Jaya Abadi Nusantara, Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra, sebesar Rp 6,7 miliar. (J13-90)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/24/271248/Hukuman-Koruptor-Pengadaan-Alquran-Ditambah

26 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: