KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Hakim Pertimbangkan Keringanan Hukuman Terdakwa


 

SUARA MERDEKA – Kamis, 21 Agustus 2014

Korupsi Sarpras Road Race Cacaban

SEMARANG, suaramerdeka.com – Ketua Majelis Hakim Gatot Susanto akan mempertimbangkan keringanan hukuman tiga terdakwa yang terjerat kasus dugaan korupsi proyek sarana road race di Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal tahun 2008.

 

Hal itu setelah adanya pengembalian kerugian negara sebesar Rp 485 juta ke kas daerah pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Tegal.

 

Ketiga terdakwa itu ialah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal Sudaryono, mantan Kepala UPTD Cacaban Husni Rahardjo, dan staf Dinas Koperasi UKM dan Pasar, Roelly Rizstyo Priyono. Saat proyek itu digarap, ketiganya bertindak sebagai panitia pemeriksa pekerjaan (P3).

 

“Kerugian negara dikembalikan, tapi tidak menjadikan perkara selesai. Hal (pengembalian kerugian- ) ini bisa meringankan,” kata Gatot saat memimpin sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/8).

 

Sidang itu menghadirkan penyedia jasa proyek, Ali Muksono selaku direktur PT Koba. Dua saksi ahli yang sedianya diperiksa tidak hadir dalam persidangan. Dalam kesaksiannya, Ali mengaku mengirimkan pasir dan batu (sirtu) ke lokasi proyek sesuai volumenya.

 

“Setiap hari ada konsultannya untuk memantau pekerjaan proyek,” ungkapnya.

 

Sudaryono cs dijerat dakwaan primer dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambahkan menjadi UU Nomor 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Adapun, dakwaan subsidairnya pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi Albertus RS mengatakan, pengerjaan proyek itu tidak sesuai spesifikasi seperti halnya pengurugan tanah dan pemadatannya tidak sesuai spesifikasi.

 

“Tanpa adanya tandatangan mereka, anggaran tentu tidak akan cair. Terdakwa juga tidak memberikan rekomendasi bahwa pengerjaan proyek belum selesai,” jelasnya.

 

Proyek dinyatakan sudah mencapai 85,2 persen, padahal kondisi lapangan di lintasan sirkuit sudah hancur serta tak bisa digunakan lagi.

 

 

( Royce Wijaya / CN39 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/08/21/213955/Hakim-Pertimbangkan-Keringanan-Hukuman-Terdakwa

26 Agustus 2014 - Posted by | SLAWI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: