KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dicopot, Sembilan Penyelenggara Pemilu


SUARA MERDEKA – Jum’at, 22 Agustus 2014
 
  • Langgar Kode Etik

JAKARTA- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan sembilan penyelenggara pemilu, karena terbukti melanggar kode etik dalam proses Pemilu 2014.

”Jadi ada 9 orang yang diberhentikan, 30 orang diberi peringatan, dan 20 orang tidak terbukti,” kata Pimpinan Majelis Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakpus, kemarin. Tujuh di antaranya terkait pelanggaran kode etik pelaksanaan Pilpres 2014, sedangkan dua lainnya terkait pelaksanaan Pileg 2014.

Adapun kesembilan penyelenggara pemilu yang diberhentikan tersebut adalah Ketua KPU Dogiyai Didimus Dogomo dan empat anggotanya, Yohanes Iyai, Ev Emanuel Keiya, Yulianus Agapa, dan Palfianus Kegou. Selain itu, Ketua KPU Kabupaten Serang Lutfi dan anggotanya Adnan Hamsin (terkait penyelenggaran pileg). Kemudian, Ketua Panwaslu Banyuwangi, Rorry Desrino Purnama dan anggota Panwaslu Totok Hariyanto.

Selain itu, sebanyak 30 orang lainnya diberi peringatan, yaitu lima orang yang terdiri dari Ketua KPU DKI dan anggota, 5 orang (Ketua KPU Jaksel dan anggota), 5 orang (Ketua KPU Jakut dan anggota), 5 orang (Ketua KPU Jaktim dan anggota), 5 orang (Ketua KPU Jakpus dan anggota) dan 5 orang dari KPU RI. DKPP menjatuhkan sanksi peringatan yang bersifat pembinaan kepada KPU terkait instruksi pembukaan kotak suara setelah penetapan hasil rekapitulasi pilpres, namun belum ada perintah dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Anggota Majelis Hakim DKPPValina Singka Subekti mengatakan, pihaknya menilai walaupun KPU melanggar etik, namun punya motivasi yang baik berupa pelibatan seluruh pihak. Lagi pula, dari segala bukti yang diajukan tidak dapat diambil kesimpulan terjadi kesalahan secara masif dan terorganisasi dengan motif untuk menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon secara diskriminatif.

Tidak Melanggar

Di sisi lain DKPP mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Subakti A Sidik Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sukoharjo dalam menanggapi kecurangan pemilu dan mengajukan pemungutan suara ulang. DKPP bahkan menganjurkan Subakti perlu diberi penghargaan atas langkah cepat yang diambil.

Usai mengikuti sidang, komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, pihaknya bisa menerima sanksi peringatan yang diputuskan DKPP. Hadar bersyukur DKPP memutuskan dirinya tidak terbukti melanggar kode etik sebagaimana yang diadukan oleh pihak Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Dalam pertimbangannya yang dibacakan Valina Singka, terbukti Hadar hanya bertemu dengan Trimedya selama 40 detik di Restoran Sate Senayan di daerah Menteng.

Berkaitan dengan hal tersebut, DKPP meminta nama baik Hadar dipulihkan. Dalam kesempatan yang sama Mahendradatta dari hukum Prabowo-Hatta mengatakan, walaupun DKPP hanya memberikan sanksi peringatan untuk Ketua KPU dan enam komisionernya, tapi DKPP mengakui jika pembukaan kotak suara tanpa adanya putusan MK adalah ilegal.

Dengan demikian ketua dan komisioner tetap bersalah melakukan pelanggaran kode etik. ”Atas dasar itu, maka tim Prabowo-Hatta akan melanjutkan putusan DKPP itu dalam laporan pengaduan yang telah dilayangkan ke Mabes Polri sebelumnya,” katanya. (F4,dtc-71)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/22/271038/Dicopot-Sembilan-Penyelenggara-Pemilu

26 Agustus 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: