KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Baca Pleidoi, Atut Menangis


SUARA MERDEKA – Jum’at, 22 Agustus 2014
 
  • Kasus Suap Mantan Ketua MK

JAKARTA – Gubernur Banten nonaktif Atut Chosiyah menangis saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) atas tuntutan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, kemarin.

Berulangkali terdakwa kasus dugaan korupsi dalam penanganan sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menghentikan sejenak pembacaan pleidoinya. Dia menangis saat menyebutkan anak dan cucunya yang ikut merasakan dampak akibat dirinya terjerat kasus dugaan korupsi. ’’Khusus kepada ananda putra paling kecil, maafkan bunda. Ananda sekarang harus menerima sanksi sosial dari temanteman dan masyarakat sehingga harus berhenti sekolah. Begitu pula cucu paling besar, Sakinah, waktu mengunjungi, bilang selalu dapat hinaan dari temanteman di sekolah,’’ tutur Atut dengan terisak Putra bungsu Atut, Ananda Triana Salichan dan kakaknya, Andiara Aprilia Hikmat juga hadir dalam ruang sidang.

Mereka juga menangis ketika melihat ibunya berlinang air mata. Salahkan Amir Di bagian lain, Atut menyalahkan mantan calon Bupati Lebak Amir Hamzah. Sebab, menurut Atut, Amir Hamzah lah yang memiliki kepentingan besar dalam pemberian uang Rp 1 miliar ke ketua MK saat itu, Akil Mochtar. Sebab, dia yang bersengketa dalam Pilkada Lebak di MK. Atut membela diri dengan mengatakan, dirinya terjebak dalam kepentingan Amir. Dia juga menyatakan sangat menyesali perbuatannya yang juga kini telah membawa dampak bagi keluarganya termasuk anak dan cucunya yang tidak bersalah. ’’Saya sungguh menyesali kejadian ini sebagai ibu dan nenek yang ingin berbuat kebaikan. Tidak pernah singgah di benak saya untuk berbuat kejahatan apalagi terlibat perkara ini,’’ kata dia.

Selain itu, Atut juga berulangkali meminta ampun kehadirat Allah. Sebelumnya, jaksa menilai Atut terbukti menyuap Akil bersama-sama dengan adiknya, Chaeri Wardana alias Wawan sebesar Rp 1 miliar melalui Susi Tur Andayani. Suap dilakukan Atut dan Wawan agar Akil memutuskan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Lebak yang sebelumnya telah memenangkan pasangan Iti Oktavia Jayabaya-Ade Sumardi sebagai pemenang. Atas perbuatannya, Atut dituntut jaksa KPK dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta subsider lima bulan kurungan. Selain itu, Jaksa juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Atut, berupa pencabutan hakhak tertentu untuk dipilih dan memilih dalam jabatan publik. (F4-71)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/22/271073/Baca-Pleidoi-Atut-Menangis

26 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: