KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Artha Meris Segera Disidangkan


KORAN SINDO – Senin, 25 Agustus 2014

JAKARTA – Presiden Direktur Parna Raya Group dan PT Kaltim Parna Industri (KPI) Artha Meris Simbolon bakal menghadapi persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dua pekan mendatang. Artha Meris merupakan tersangka pemberi suap USD522.5000 kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi. Pemberian suap itu dimaksudkan agar Rudi memberikan rekomendasi atau persetujuan untuk menurunkan formula harga gas kepada PT KPI.

Rudi Rubiandini sendiri sebelumnya sudah dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Penetapan tersangka Meris diumumkan pada Rabu (14/5). Anak kandung Marihad Simbolon ini sebelumnya ditahan KPKpada Selasa (24/6). Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, Jumat (22/8), berkas perkara Artha Meris sudah dilimpahkan penyidik ke penuntut atau P-21. Dalam jangka waktu 14 hari kerja, berkas Artha Meris akan dilimpahkan jaksa penuntut umum (JPU) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang membawahi Pengadilan Tipikor. “Jadwal persidangannya nanti pengadilan yang tentukan,”kata Johan saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Saat ini JPU sedang menyusun surat dakwaan, tetapi Johan belum menerima konstruksi dakwaan Artha Meris. Dia mengaku tidak mengikuti penyusunannya. Yang bisa disampaikah adalah pasal yang didakwakan sama seperti pasal yang disangkakan kepada tersangka. Pasal-pasal tersebut adalah Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1)ke-(I) KUH Pidana. “Pasal-pasalnya (di dakwaan) sama seperti yang diumumkan saat penetapan tersangka,” paparnya.

KPK,lanjut Johan, mempersilakan pihak Artha Meris menyebutkan yang bersangkutan bukan orang jahat, melainkan orang-orang SKK Migas dan ESDM yang jahat. Termasuk juga membantah memberikan langsung suap kepada Rudi. Menurut Johan, pengakuan dan bantahan seperti itu hal yang biasa. Dia menyatakan kalau Artha Meris memberikan keterangan atau pengakuan baru seharusnya didukung dengan bukti-bukti. “Itu saja prinsipnya. Kalau ada buktinya, tunjukan dan sampaikan. Kita akan telusuri sampai ke mana pun,siapapun.Ya,jadi AMS harus terbuka,” ujarnya.

Johan menambahkan, kasus dugaan suap SKK Migas masih terus dikembangkan. Pasalnya, dalam putusan Rudi dan Ardi yang sudah berkekuatan hukum tetap, disebut ada tiga pejabat SKK Migas yang memberi suap kepada Rudi. Ketiganya adalah mantan Wakil Kepala SKK Migas (kini Pit Kepala SKKMigas) Johanes Widjonarko sebesar SGD600.000, mantan Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas (kini staf ahli kepala SKK Migas) Gerhard Marteen Rumesser sebesar USD200.000, dan mantan Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Iwan Ratman senilai USD50.000.

“Kan ada juga penetapan SB (Sutan Bhatoegana) terkait pembahasan APBNP 2013 di Kementerian ESDM. Ada dua kasus WK (Waryono Karno) juga sama penyelidikan pengadaan dan penyelenggaraan kegiatan di Kementerian ESDM tahun anggaran 2011-2013,” tandasnya.

Kuasa hukum Artha Meris, Otto Hasibuan yang dihubungi lewat sambungan telepon dan SMS membenarkan kliennya sebentarlagibakalmenghadapi sidang. Otto juga mengatakan, berkas kliennya sudah dilimpahkan ke penuntutan (P-21). “Benar berkas perkara sudah dikirimkepenututandan sudah P-21. Tim kita sudah siap melakukan pembelaan kepada Meris,” ujarnya. Otto juga meminta doa terkait pelimpahan berkas dan persiapan sidang kliennya tersebut. sabir laluhu

Sumber : Koran Sindo, 25 Agustus 2014

26 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: