KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Agent of Changes Bikin Hukum Tak Lagi Menakutkan


SUARA MERDEKA – Selasa, 26 Agustus 2014
image

SUASANA pengadilan hampir selalu tegang. Berlapis-lapis pasal, bertumpuk-tumpuk berkas per­kara dan buku undang-undang membuat ruang sidang terasa menakutkan dan dihindari orang-orang.

Lantas, bagaimana membuat orang tertarik mempelajari hu­kum, setidaknya memahami proses persidangan? Empat mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) menawar­kan solusi. Shara Primanda Saputri, Nuur Annisaa, Maria Yohana Lintang, dan Annisa Awalinna menciptakan permainan kom­puter tentang edukasi hukum. Per­mainan yang menyenangkan bernama Agent of Changes.

Game ini memperkenalkan proses peradilan dan berbagai profesi penegak hukum yang menjadi perangkat sidang. ”Kebanyakan masyarakat enggan datang ke peng­adilan. Sidang pembunuhan, pencurian, penipuan, siapa yang mau lihat? Padahal kebanyakan sidang terbuka untuk umum. Masyarakat berhak mengawasi,” kata Shara, sang ketua tim.

Tim Shara menciptakan game tersebut melalui Program Kreati­vitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Undip Tahun 2013.

Game itu baru dirilis tahun ini dan diikutkan dalam Pimnas 27.

”Permainan dimulai dengan memilih profesi penegak hukum, baik pengacara, jaksa, maupun hakim. Kemudian peserta diajak mendalami peran-peran tersebut dalam persidangan,” tambah Shara.

Permainan itu bisa dimainkan tua dan muda. Timnya terus mengumpulkan saran dan kritik dari masyarakat yang telah menjajal game ini dalam versi beta.

Pertama di Indonesia

Agent of Changes diklaim sebagai game edukasi mengenai per­adilan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

”Kami tidak menyangka, petugas Ditjen HKI (Hak Kekayaan Intelektual) mengatakan baru kali ini ada game edukasi mengenai peradilan di Indo­nesia,”  kata Maria.

Cukup mengejutkan pula, karena bahasa pemrograman game yang penuh kode itu disusun oleh mahasiswa hukum.

”Banyak yang tidak menyangka game ini buatan mahasiswa Fakultas Hukum,” imbuhnya.

Di dalam tim itu memang tak ada satu pun yang berlatar belakang ilmu komputer. Namun mereka berhasil meramu pemrograman menggunakan Ruby Gaming Scripting System 3 (RGSS3).

RGSS merupakan turunan dari bahasa pemrograman ruby, platform multimedia yang pengembangannya sederhana, mudah, dan fleksibel.

Kelebihan lain, sumbernya terbuka, bisa digunakan dengan bebas. Bahkan bebas disalin untuk dimodifikasi menjadi karya  paten dan bisa disebarluaskan lebih lanjut. Salah satunya dikembangkan menjadi ruby­game dengan tampilan gambar bergerak nan memikat.

Bahasa rubygame bisa digunakan untuk memvisualkan data ilmiah menjadi lebih luwes dan indah. Juga dapat dipakai untuk alat pembelajaran dan pelatihan seperti yang diterapkan tim Shara cs.

”Game ini diujikan secara langsung kepada pemain, se­hingga didapatkan satu alternatif pe­rangkat lunak permainan yang sesuai dengan kebutuhan pema­kai. Ini akan menambah minat masyarakat Indonesia mengenai hukum,” kata Shara.

Dengan cara itu, belajar hukum diharapkan tak lagi kaku dan menegangkan. Hukum bisa dimengerti dengan menikmati permainan persidangan. (Eka Handriana, Hari Santoso-59)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/08/26/271464/Agent-of-Changes-Bikin-Hukum-Tak-Lagi-Menakutkan-

26 Agustus 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: