KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Korupsi Normalisasi Sungai Cilacap – Lima Terdakwa Divonis 1 Tahun 8 Bulan


SUARA Merdeka – Kamis, 21 Agustus 2014

SEMARANG – Lima terdakwa kasus dugaan korupsi proyek normalisasi Sendangsari, Cilacap divonis satu tahun delapan bulan penjara oleh majelis hakim Pe­nga­dilan Tipikor Semarang.

Keli­ma terdakwa, yakni Kusmiharto (pengawas lapangan), Anwar Su­bianto, Bambang Suswanto, Aji Sambodo (ketiganya panitia pemeriksa pekerjaan), dan Mu­hammad Muslim (pejabat pelaksana teknis ke­giatan) masing-masing juga di­denda Rp 50 juta subsider dua bu­lan kurungan.

Putusan itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Erentuah Damanik dan Jhon Halasan Bu­tar­butar dalam persidangan yang digelar secara bergiliran.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Cilacap Jo­natan Markus, yaitu hukuman dua tahun enam bulan serta denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

”Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwa­an subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Un­sur tindakan korupsi secara ber­sama-sama telah terpenuhi,” kata hakim saat membacakan putusan secara bergantian, Rabu (20/8).

Berpegang pada Gambar

Kusmiharto yang merupakan mantan pegawai Dinas Pekerjaan Umum terbukti melakukan ko­rup­si secara bersama-sama dalam proyek dari APBD Cilacap tahun 2010 senilai sekitar Rp 1 miliar itu dengan kerugian negara sekitar Rp 293 juta. Adapun An­war Subianto, Bambang Sus­wanto, dan Aji Sambodo selaku panitia pemeriksa tidak melaksanakan tugasnya dengan benar.

Terdakwa Muslim dinilai tidak melakukan pengendalian secara in­tens dan juga melakukan pe­nyim­pangan.

Hakim berpendapat, terdakwa hanya berpegang pada fotokopi gambar, padahal pengendalian ke­giatan yang baik membutuhkan data lengkap. Hal itu adalah salah satu bentuk nyata penyalahguna­an wewenang.

Selain itu, terjadi selisih kelebihan pembayaran. Realisasi pro­yek baru senilai Rp 700,07 juta, tetapi pembayaran kepada rekan­an PT Bhina Hasta Agung Rp 994,5 juta.

”Berita acara pemeriksaan di­tandatangani terdakwa, padahal realisasi belum 100%, sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran sekitar Rp 293 juta,” ujar Jhon H Butarbutar.

Dari kelima terdakwa, hanya Muslim dan Kusmiharto yang menyatakan menerima putusan, sedangkan lainnya pikir-pikir. Begitu pula jaksa penuntut masih pikir-pikir atas putusan hakim. (J14,J17-59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/21/270953

21 Agustus 2014 - Posted by | CILACAP

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: