KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kapolda Tak Tahu Pemblokiran Rekening


SUARA MERDEKA – Kamis, 21 Agustus 2014

BANDUNG – Kapolda Jabar Irjen Pol M Iriawan menyatakan kasus dugaan suap dalam penanganan perkara judi online oleh aparat di Reskrim Umum tanpa sepengetahuan pihaknya.

Penegasan itu dikatakan M Iriawan saat meng­gelar konprensi pers khusus atas perkara tersebut di Bandung, Rabu kemarin. Dalam kasus yang ditangani Dittipikor Bareskrim Polri itu, empat anggota Polda, terdiri dari perwira menengah, perwira pertama, dan brigadir diperiksa.

Dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni AKBP MB dan AKP DS. “Itu dilakukan tanpa sepengetahuan kami, yang bersangkutan memblokir rekening judi online di dunia maya. Mereka bikin surat ke bank-bank, pa­dahal itu kewenangan direktur, dan diawali gelar perkara khusus,” katanya.

Ditegaskan, tindakan  anak buahnya itu bukan pembobolan. Mereka memblokir rekening yang diperoleh dari patroli dunia maya secara mudah itu sebagai semacam alat tawar.

“Jadi bukan membobol. Ini rekening orang yang ada di dunia maya diblokir. Pemiliknya boleh membuka tapi perlu sekian, sehingga diperas. Lebih ke penyuapan,” katanya.

Imbalan uang

Berdasarkan penelusuran pihaknya, tersangka sudah mengumpulkan 459 rekening yang diindikasikan sebagai sasaran. Dari jumlah tersebut, kata Iriawan, anak buahnya baru membuka 18 rekening yang dimainkan dengan imbalan uang.

Pengungkapan yang cepat ini pun disyukuri karena adanya potensi penyalahgunaan yang semakin besar. Meski demikian, pihaknya menegaskan siap diperiksa dalam rangka menuntaskan kasus tersebut. “Tak ada masalah, kita siap, ini sebagai bentuk komitmen saya memberantas judi,,” katanya

Kapolda menjelaskan penanganan kasus ter­sebut oleh Mabes Polri lebih bertujuan menjaga ob­­jektifitas kasus tersebut.  “Kami juga ingin mem­buktikan ke publik, kalau semua yang terlibat si­lahkan diperiksa, ini nakalnya oknum,” jelasnya.

Seperti diberitakan, AKBP MB diduga me­nerima suap senilai Rp 5 miliar pada Juli 2014. Uang itu diberikan oleh dua orang berinisial AD dan T atas imbalan pembukaan rekening yang tengah diblokir karena diduga menjadi penampungan hasil judi online yang ditangani Polda Jabar.

Adapun AKP DS yang dijadikan tersangka dalam kasus yang sama menerima uang dengan total Rp 370 juta atas imbalan pembukaan blokir rekening terkait kasus judi online.  (dwi-80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/21/270960

21 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: