KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Bonaran Tersangka


SUARA MERDEKA – Kamis, 21 Agustus 2014

  • Kasus Suap Akil Mochtar

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menetapkan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang sebagai tersangka terkait kasus suap terhadap mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Mantan pengacara Anggodo Wi­djojo ini dijerat Pasal 6 ayat 1 hu­ruf a Undang-Undang Nomor 31/1999 yang diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ”Setelah dilaku­kan gelar perkara beberapa waktu, kemudian disimpulkan, RBS selaku Bupati Tapanuli Tengah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Biro Hu­mas KPK Johan Budi SP, Rabu (20/8).

Terkait hal ini KPK melakukan penggeledahan dalam pengembangan kasus dugaam suap terhadap Akil Mochtar. Penggeledahan dilakukan di Kantor dan rumah dinas Bonaran. ”Sekitar pukul 11.30 sampai saat ini sedang dilakukan geledah di Kantor dan Rumah Dinas Bupati,” tambahnya.

Johan memaparkan penggeledahan pertama dilakukan di Kantor Bu­pati yang berada di Jalan Ferdinan Lomban Tobing, Tapanuli Tengah. Penggeledahan kedua dilakukan di rumah dinas di Jalan MH Sitorus 64, Sibolga, Sumatra Utara.

Seumur Hidup

Seperti diketahui, kasus ini meru­pa­kan pengembangan dari kasus yang menjerat Akil Mochtar. Sebe­lumnya, majelis Pengadilan Tipikor pada tingkat pertama memvonis Akil dengan hukuman penjara selama seumur hidup karena dianggap terbukti me­nerima suap, gratifikasi, dan me­la­kukan pencucian uang terkait pe­nanganan sengketa pilkada.

Raja Bonaran Situmeang, menjadi tersangka kasus pemberian suap kepada Akil Mochtar. Namun bu­kan kali ini saja Bonaran berhadapan de­ngan KPK.

Sebelum mengikuti Pilkada Tapa­nuli Tengah Sumut, pada 2011, Bona­ran lebih banyak beraktivitas sebagai pengacara.

Bonaran pernah menjadi pengacara sejumlah klien, salah satu yang terkenal adalah Anggodo Wi­djoj­o dalam kasus suap Sistem Ko­­munikasi Radio Terpadu (SK­RT) yang disidik KPK pada tahun 2009.

Bonaran sempat disebut-sebut terlibat dalam perkara ini, yakni ketika Anggodo mencoba menghasut saksi kunci Ari Muladi terkait dengan ke­te­rangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Akil terbukti menerima suap ter­kait empat dari lima sengketa pilkada dalam dakwaan kesatu. Suap yang dinyatakan terbukti dari dakwaan per­tama itu adalah Pilkada Ka­bu­paten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, sebesar Rp 3 miliar, Pilkada Le­bak, Banten,  Rp 1 miliar, Pilkada Em­­pat Lawang ai Rp 10 miliar dan 500.000 dollar AS, dan Pilkada Kota Palembang sekitar Rp 3 miliar.

Akil juga terbukti menerima suap terkait sengketa Pilkada Kabupaten Buton Rp 1 miliar, Kabupaten Pulau Morotai Rp 2,989 miliar, Kabupa-ten Tapanuli Tengah Rp 1,8 miliar, dan menerima janji pemberian ter­kait keberatan hasil Pilkada Pro­vinsi Jawa Timur Rp 10 miliar. (J13,­dtc-25,80)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/21/270915

21 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: