KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pembobol PD BKK Kendal Dituntut Enam Tahun Penjara


SUARA MERDEKA – Selasa, 19 Agustus 2014

SEMARANG – Pulanggeni Maherbudi, terdakwa korupsi di Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Kendal dituntut enam tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Kendal di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (18/8).

Dalam pembacaan tuntutannya, terdakwa juga diminta membayar denda sebesar Rp 200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Selain denda, terdakwa yang merupakan mantan Plt Kepala Bidang Pemasaran PD BKK Kendal juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,1 miliar lebih subsidair satu tahun penjara.

”Meminta majelis hakim yang memeriksa terdakwa menjatuhkan pidana 6 tahun serta denda Rp 200 juta subsidair tiga bulan penjara. Uang pengganti Rp 1,1 miliar yang harus dibayarkan setelah berkekuatan hukum tetap, apabila harta benda yang dilelang tidak mencukupi diganti dengan satu tahun kurungan,” kata jaksa Maliki di hadapan majelis hakim yang diketuai Gatot Susanto didampingi Dwi Prapti dan Agus Prijadi.

Jaksa menilai terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang- undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Pasal 64 ayat 1.

Hal yang memberatkan terdakwa melakukan tindakan korupsi yang kini sedang gencar-gencarnya diberantas oleh pemerintah, namun pertimbangan yang meringankan bahwa terdakwa belum pernah dihukum, berlaku sopan dan telah mengakui seluruh perbuatannya.

Kredit Fiktif

Dalam keterangan saksi-saksi dan terdakwa, perbuatan korupsi yang dilakukannya itu menggunakan modus pengajuan kredit fiktif dengan meminjam nama nasabah tanpa sepengetahuan pemohon. Selain itu uang cicilan kredit dari nasabahnya juga tidak disetorkan ke dalam kas tetapi malah dipakai untuk kepentingan pribadi terdakwa sehingga merugikan negara hampir Rp 1,2 miliar.

Sejumlah saksi pun merasa dirugikan setelah namanya dicatut untuk pengajuan kredit padahal sama sekali tidak mengajukan atau bahkan telah melunasi seluruh angsurannya. Terdakwa sendiri dalam pengakuannya terpaksa korupsi untuk membiayai keluarganya yang sakit jiwa dan gagal ginjal.

Dengan pengalamannya bekerja selama 20 tahun, Pulanggeni merasa cukup lihai dalam mensiasati supaya pinjaman itu bisa cair. Beberapa saksi juga menyatakan, awalnya mengajukan pinjaman ke PD BKK Kendal akhirnya ditolak tetapi ternyata berkas itu digunakan kembali untuk mendapatkan pinjaman. (J14,J17-72)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/19/270617

20 Agustus 2014 - Posted by | KENDAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: