KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Alkes Banten, KPK Periksa Wawan


SUARA MERDEKA.COM – Rabu, 20 Agustus 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Banten. Wawan diperiksa sebagai tersangka.

“TCW diperiksa sebagai tersangka dalam kasus alkes Banten,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha,Rabu (20/8).

Selain itu, lanjut Priharsa, penyidik juga memanggil Magda Ali Hasan, seorang ibu rumah tangga. Priharsa tidak menjelaskan, kaitan Magda Ali dalam kasus ini. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” ujar Priharsa.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Gubernur Banten Nonaktif Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013. Keduanya resmi berstatus tersangka sejak 6 Januari 2014.

( Mahendra Bungalan / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/08/20/213799/Kasus-Alkes-Banten-KPK-Periksa-Wawan

Wawan Diperiksa terkait Kasus Alkes Banten

JAKARTA, suaramerdeka.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013. Wawan diperiksa sebagai tersangka.

“TCW diperiksa sebagai tersangka dalam kasus alkes Banten,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha, Selasa (19/8).

Selain itu, lanjut Priharsa, penyidik juga memanggil Harisandi Hasibuan sebagai saksi. Harisandi merupakan pegawai PT Bali Pasific Pragama, perusahaan milik Wawan. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” ujar Priharsa.

Dalam kasus ini, KPK juga pernah memanggil Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Sutadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Lieng Surgi, dan Kepala Dinas Pendidikan Hudaya Latuconsina.

Selain itu, penyidik juga memanggilDirektur PT Adcha Mandiri Yusuf Supriyadi, Direktur PT Waliman Nugraha Jaya Sigit Widodo, Direktur PT Sani Tiara Prima Baharudin dan Marketing PT Sani Tiara Prima Tri Suwartinah, Direktur PT Marbago M. Luth Ismail Ishaq.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi berbeda. Salah satu yang digeledah merupakan Kantor DPRD Provinsi Banten di Jalan Syeh Nawawi Albatani.

Selain kantor DPRD Banten, penyidik menggeledah kantor Bappeda Banten, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Curug Serang Banten. Dari hasil penggeledahan KPK menyita sejumlah dokumen.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Gubernur Banten Nonaktif Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka. Keduanya resmi berstatus tersangka sejak 6 Januari 2014.

Baik Atut maupun Wawan sebelumnya sudah terjerat kasus korupsi di KPK. Atut dan Wawan juga dijerat merupakan dalam kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada Lebak Banten.

Sementara Wawan juga menjadi tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Tanggerang Selatan dan tindak pidana pencucian uang.

( Mahendra Bungalan / CN33 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/08/19/213655/Wawan-Diperiksa-terkait-Kasus-Alkes-Banten

20 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: