KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kadisporabudpar Diduga Terlibat


SUARA MERDEKA – Senin, 18 Agustus 2014

  • Pemotongan Dana Bansos Provinsi

GROBOGAN- Hutomo alias Gutomo yang merupakan tersangka perkara pemotongan bansos provinsi 2011-2012 menyebut Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), Heryi Rusdjijanto, terlibat dalam dugaan pemotongan dana bantuan sosial.

Bahkan, tersangka juga menyebut Heryi-lah yang ngeguhke bantuan serta menerima dana. Hal itu ia sampaikan Hutomo pada sejumlah jaksa saat dilakukan pemeriksaan. Tersangka yang ditemui Suara Merdeka menjelaskan, kenal kali pertama saat Heryi menjabat sebagai kabid TK dan SD di Dinas Pendidikan Grobogan.

Saat itu, mantan istrinya Siti Khomsatun, yang merupakan guru TK Desa Karangpahing, mengajukan dana bantuan ke dinas bertemu dengan Heryi. Saat Heryi menjabat sebagai kepala Disporabudpar, lanjut dia, pernah datang ke rumahnya. Ia mengatakan jika ada yang mau mengajukan dana bansos, nanti bisa diusahakan.

ìTapi nama saya (Heryi) jangan dimunculkan. Saya dibelakang saja. Pokoknya pengajuan bantuan diterima,î kata Hutomo menirukan omongan Heryi waktu itu.

Nomor Rekening

Dalam beberapa pekan kemudian sejumlah kelompok baik yang benar ada atau yang fiktif mengajukan proposal dana bantuan. Bahkan jika mereka tidak bisa membuat proposal, akan dibuatkan oleh Khomsatun. Khomsatun pula yang membuat stempel Disporabudpar atas perintah Heryi.

”Proposal kemudian diantarkan bertiga (Heryi, Khomsatun dan Hutomo sebagai sopir) ke salah satu biro di Provinsi. Selang dua bulan, data nama-nama kelompok penerima bantuan difaxoleh Provinsi pada Khomsatun melalui nomor fax MAN Purwodadi. Di sana, ada petugas tata usaha (Bu Mimin) yang merupakan teman dekat Khomsatun,” jelasnya.

Masing-masing kelompok penerima kemudian dipanggil dan diminta melengkapi persyaratan terutama nomor rekening di Bank Jateng. Selang dua hari, uang diterima kelompok penerima. ”Sesuai kesepakatan, dipotong 50 persen. Uang saya terima dan saya serahkan Khomsatun. Dari Kohmsatun diserahkan pada Heryi,” terangnya.

Hutomo sendiri sampai saat ini masih menjadi tersangka tunggal dalam perkara dugaan pemotongan dana bansos dari 160 penerima. Nominal uang yang dipotong sekitar Rp 300 juta. ”Mestinya penetapan tersangka tidak hanya saya. Lha uang itu tidak ada pada saya.

Tapi Khomsatun dan Heryi,” lanjut Hutomo. Terpisah, Heryi membantah pernyataan Hutomo. Baik dari hal inisiator pengajuan bantuan, pembuatan stempel hingga pemotongan dana. ”Ada orang yang mengajukan (bansos) dan dinas saya sebagai leading sector nya. Kapasitas saya hanya mengetahui. Setelah uang cair, tidak ada yang bertemu dengan saya. Apalagi terima uang (bansos),” kata Heryi.

Heryi mengaku siap jika sewaktu-waktu Kejaksaan Negeri memanggilnya untuk dimintai keterangan. ”Sepanjang itu untuk penegakan hukum. Saya siap,” Tandasnya.( H81-64)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/18/270530

20 Agustus 2014 - Posted by | GROBOGAN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: