KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dinas Pendidikan Pelajari RAPBS


SUARA MERDEKA – Selasa, 19 Agustus 2014

  • Orang Tua Siswa Perlu Dilibatkan

SEMARANG- Menyusul berjalannya tahun ajaran baru di sekolah, saat ini segala biaya kegiatan di sekolah sedang dianggarkan. Sekolah-sekolah sedang menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). RAPBS itu akan diajukan ke Dinas Pendidikan setenpat untuk diverifikasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, pihaknya akan mempelajari RAPBS tersebut. “Setelah diverifikasi oleh dinas, ditandatangani, nantinya akan dikembalikan lagi ke sekolah. Yang sudah terverifikasi itu menjadi dasar,” kata Bunyamin. Menilik pengalaman tahuntahun sebelumnya, penyusunan RAPBS biasanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan. “Pedomannya sudah ada.

Sekolah akan menentukan kebutuhan selama setahun, mengacu pada rencana dan kegiatan anggaran atau RKA.” papar Bunyamin mengatakan, pos anggaran untuk sekolah negeri di Kota Semarang dari APBD sudah ada. Sementara, sumbangan dari orang tua bersifat sukarela. Kendati demikian, harus dibicarakan lebih dulu bersama orang tua siswa.

Kegiatan yang tidak dibiayai pemerintah harus dibicarakan bersama komite sekolah yang mewakili orang tua. “Prinsipnya, warga miskin tak boleh dibebani. Tetapi yang mampu boleh membantu, sehingga terjadilah subsidi silang,” ujar Bunyamin. Kepala SMA 3 Semarang, Bambang Nianto Mulyo menyebut pihaknya saat ini sedang menyusun RAPBS.

Dia memastikan tidak ada sumbangan yang mengikat seperti SPP dan SPI. “Kami akan bicarakan dengan orang tua dulu. Sudah berjalan sua tahun ini, prinsipnya sukarela. Kami tidak pernah menentukan,” katanya.

Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Semarang, Dini Inayati mengatakan, untuk menghindari penyelewengan dana di sekolah, masyarakat harus memantau penyusunan RAPBS hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). Dinas Pendidikan Kota Semarang telah menyediakan laman bagi sekolah-sekolah untuk mengunggah RAPBS, APBS hingga APBS perubahan, yakni pada http://disdik. semarangkota.go.id.

Terperinci

“Setiap sekolah harus mengunggah informasi anggarannya secara terperinci di situs tersebut. Menciptakan akuntabilitas anggaran sekolah, caranya pihak sekolah harus memberi informasi rinci, dan masyarakat harus mengawasi,” kata Dini.

Jika informasi anggaran tak tersedia, masyarakat berhak menanyakan langsung ke sekolah. Rincian pendapatan sekolah berasal dari sumber APBN, APBD Provinsi, APBD Kota, partisipasi masyarakat dan pendapatan lain yang sah. Sumber dana APBN di antaranya ada dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana dekonsentrasi, bantuan operasional sekolah.

Sumber dana APBD provinsi diantaranya ada bantuan operasional sekolah provinsi, bantuan keuangan, hibah dan bantuan sosial. Sementara dari APBD Kota diantaranya ada bantuan operasional sekolah kota dan biaya bahan praktek. Sumber dana partisipasi masyarakat berupa sumbangan sukarela tidak mengikat, sumbangan operasional, sumbangan investasi hingga sumbangan dunia usaha.

Pendapatan lain yang sah terdiri dari jasa produksi, hasil sewa, kerjasama dengan pihak ketiga dan pendapatan lainnya. “Orang tua siswa, harus tahu apakah uang yang disumbangkan ke sekolah itu masuk ke anggaran pendapatan atau tidak,” kata Dini. Jika tidak, kata dia, maka sekolah tersebut bisa dilaporkan. (H89-39)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/19/270630

20 Agustus 2014 - Posted by | SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: