KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Anggota DPRD Dihadiahi “Buaya”


SUARA MERDEKA – Kamis, 21 Agustus 2014

KUDUS – Sejumlah warga yang tergabung dalam Milisi Penyelamatan Uang Rakyat (M-Pur) menghadiahi anggota DPRD Kudus sebuah replika buaya berwarna hitam. Hadiah itu sebagai kenang-kenangan wakil rakyat periode 2009-2014 yang akan mengakhiri masa jabatan hari ini (Kamis (21/8).

Koordinator M-Pur, Slamet Mach­mudi mengatakan, aksi yang digelar di depan gedung DPRD, Rabu (20/8) pagi, sebagai bentuk kekecewaan terhadap buruknya kinerja DPRD. Buaya menjadi simbol sifat rakus yang ditunjukkan oleh wakil rakyat. Replika buaya berwarna hitam itu digambarkan tengah menelan bola penuh dengan tempelan uang kertas. Pengunjuk rasa juga mendirikan tenda keprihatinan dan membentangkan spanduk bertuliskan, ‘’Segera pergi DPRD periode 2009-2014, rakyat kecewa atas peran dan kerjamu, prestasimu tak jelas, serta moralitas hancur’’.

‘’Anggota DPRD selama ini lekat dengan pemberitaan negatif. Mulai makelar proyek, berburu proyek hibah, rajin kunker, workshop, dan konsultasi ke luar daerah, serta merekayasa anggaran,’’ ujar Mamik, panggilan akrab Slamet Machmudi.

Dia menambahkan, anggota DPRD terkesan hanya sekedar mencari kekayaan untuk keluarga dan kelompoknya. Tugas pengawasan terhadap kinerja pemerintahan dikesampingkan. ‘’Gaji yang mencapai puluhan juta ditambah berbagai tunjuangan yang selama ini dibebankan kepada rakyat, justru tidak diimbangi dengan kinerja mereka,’’katanya.

Cap Stempel

Keberadaan anggota DPRD dianggap oleh mayoritas masyarakat tidak memiliki peranan penting dalam mengubah tingkat kesejahteraan masyarakat. ‘’Warga Kudus berharap sejarah buruk tidak terulang terhadap anggota baru DPRD Kudus,’’ujarnya.

Sururi Mujib, aktivis lainnya pesimistis DPRD baru akan lebih kritis dan menunjukkan kinerja yang lebih baik. Apalagi ketua DPRD dan bupati berasal dari partai yang sama. Dia khawatir DPRD hanya akan menjadi cap stempel atas kebijakan Pemkab.’’Kecenderungan ini mudah dibaca masyarakat. Di sinilah peran masyarakat diperlukan untuk aktif mengawasi dan mengkritisi kinerja wakil rakyat maupun pemerintah daerah,î katanya.

Hingga aksi berakhir, tak satu pun anggota DPRD menemui pegunjuk rasa. Mereka tengah sibuk mengikuti geladi bersih pelantikan anggota baru DPRD. Ketua DPRD Kudus Tri Erna Sulis­tya­wati mengatakan, dia berniat menemui pengunjukrasa. ‘’Namun ketika sa­ya sampai di depan, mereka sudah membubarkan diri,’’ ujarnya. (H62-45,48)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/21/270901

20 Agustus 2014 - Posted by | KUDUS

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: