KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

35 Proposal Bansos Fiktif


SUARA MERDEKA – Rabu, 20 Agustus 2014

  • Nama dan Alamat Tak Jelas

GROBOGAN- Sejumlah 35 dari 161 proposal dana bantuan sosial (bansos) Provinsi tahun 2011, ternyata fiktif. Alamat kelompok kesenian dan kebudayaan sebagai penerima bantuan tidak jelas setelah dilakukan pengecekan oleh tim jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwodadi.

Pengecekan dilakukan setelah turun perintah dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, beberapa waktu lalu. Tim mendatangi alamat penerima dan kades setempat. ’’Ada sekitar 35 proposal yang diajukan kelompok dari Grobogan. Alamat kelompoknya asalasalan. Misalnya alamat pakai desa A. Setelah di cek, ternyata itu rumah warga. Saat pemilik rumah ditanya, juga tidak tahu menahu soal kelompok kesenian atau budaya.

Tidak tahu juga soal proposal bansos,’’ kata Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Purwodadi, Askari, kemarin. Dengan temuan tersebut, bansos bidang kesenian dan pengembangan kepemudaan Provinsi Tahun 2011 ada dua jenis dugaan penyimpangan. Pertama proposal fiktif dan kedua pemotongan dana bantuan senilai 50 persen.

’’Kalau yang dugaan fiktif bukan ranah Kejari tapi ditangani langsung oleh Kejati. Memang kami (Kejari) yang melakukan pengecekan ke lapangan, tapi data kami kirimkan ke Kejati. Kami (Kejari) kebagian menangani dugaan pemotongan dana bansos,’’ ujarnya.

Tahap Penyidikan

Penanganan perkara dugaan pemotongan dana bansos sudah masuk tahap penyidikan. Kajari Sinarta Sembiring telah mengeluarkan dua sprindik (surat perintah penyidikan) tersangka untuk Hutomo dan Siti Khomsatun. Namun keduanya baru diperiksa saat perkara masih dalam tahap penyelidikan dan belum penyidikan.

Nantinya, keduanya yang dulunya suami istri ini akan diperiksa lagi dan tidak menutup kemungkinan akan ditahan untuk mempermudah pemeriksaan. Dalam pemeriksaan sebelumnya, Hutomo mengaku menerima potongan uang bansos dari 161 kelompok. Total nominal sekitar Rp 300 juta.

Uang diserahkan pada Khomsatun, yang saat itu, masih sebagai istrinya. Dalam pemeriksaan, Hutomo juga menyebut Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Heryi Rusdjijanto. Dia diduga terlibat dalam pemotongan dana bantuan. Bahkan, tersangka juga menyebut Heryi-lah yang ngeguhke bantuan serta menerima dana. (H81-64)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/20/270752

20 Agustus 2014 - Posted by | GROBOGAN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: