KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pengurus PNPM Desa Bangklean Tersangka


PATI EKSPRES – Selasa, 12 Agustus 2014

BLORA – Kasus dugaan penyelewengan dana PNPM Mandiri di Kecamatan Jati Kabupaten Blora yang kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, kini menunjukkan hal yang berarti. Pihak Kejari setempat telah menetapkan satu tersangka yakni pengurus PNPM Desa Bangklean, Kecamatan Jati.

Kajaru Blora Mohammad Djumali melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Dhian Yuli Prasetya mengatakan, penanganan kasus dugaan penyelwengan dana PNPM tersebut sudah masuk tingkat penyidikan. Kini pihak Kejari sementara telah menetapkan satu tersangka.

Meski demikian, hal tersebut dimungkinkan akan bisa merembet ke tersangka lainnya. Sebab hingga saat ini, pihak kejari masih memeriksa dan memanggil saksi dan pihak-pihak terkait. “Untuk sementara kasus dugaan penyimpangan PNPM di Kecamatan Jati Desa Bangklean telah menetapkan satu tersangka berinisial  LT,” ujar Kasi Pidsus Dian Yuli Prasetya.

Modus yang dilakukan tersangka dalam menggelapkan dana simpan pinjam tersebut, kata Dian, tersangka yang diketahui sebagai pengurus desa Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) PNPM tidak menyetorkan uang simpan pinjam ke pengurus kecamatan. Dalam hal ini, diketahui tersangka mengelapkan uang senilai Rp 101 juta.

Dalam minggu ini, rencananya Kejari Blora memanggil 5 orang lagi untuk dimintai keterangan. Bisa jadi dari keterangan kelima orang tersebut akan menambah jumlah tersangka baru lainnya. “Jika bukti-bukti yang sudah kami terima sesuai dengan keterangan pihak-pihak terkait dan semuanya saling menguatkan dimungkinkan akan menambah lagi tersangka,” terang Dian Yuli Prasetya.

Dian menjelaskan, kelima orang tersebut rencananya akan dipanggil secara terpisah. Untuk Rabu (13/8) dan Kamis (14/8) besok, penyidik Kejari akan memanggil masing-masing dua orang.  Sedangkan pada Jum’at (15/8) hanya satu orang saja yang diperiksa. Terkait kasus dugaan penyimpangan dana PNPM di Kecamatan Randublatung, saat ini juga masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk kasus PNPM di Kecamatan Randublatung kami masih memeriksa 200 lebih kelompok simpan pinjam di kecamatan tersebut,” cetusnya.

Dian mengakui untuk memeriksa kasus PNPM di beberapa kecamatan di Kabupaten Blora, Kejari Blora kekurangan tenaga sumber daya manusia (SDM). Sebab hal itu mengingat banyaknya berkas dan saksi yang akan diperiksa. Karena itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat bersabar menunggu kasus hingga dipersidangkan dan diputuskan. “Kami berjanji akan menyelesaikan kasus ini secepat mungkin agar tidak berlarut-larut,” tukasnya. (feb)

Sumber : Pati Ekspres

 

19 Agustus 2014 - Posted by | BLORA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: