KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Polda Ancam Polisi Pungli


SUARA MERDEKA – Senin, 18 Agustus 2014

  • Dua Personel Dimutasi

SEMARANG – Polda Jateng mengultimatum jajaran Satuan Lalu Lintas di semua daerah agar tidak lagi melakukan praktik pungutan liar di jalan ataupun di tempat-tempat pelayanan kepada masyarakat.

Sanksi menanti personel yang melakukan tindakan terlarang itu.

Hal tersebut dikatakan Di­rektur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Istu Hari Winarto, kemarin. Menurut dia, sanksi telah dijatuhkan kepada dua anggota yang terbukti melakukan pungli di Pos Polisi Kali­banteng, Semarang. Mereka, yakni Aiptu S dari Unit Lantas Polsek Semarang Barat dan Brigadir E dari Satlantas Polrestabes Semarang, dimutasi menjadi staf administrasi di Polrestabes.

”Pelaku sudah ditindak se­suai ketentuan. Dengan penindakan ini, saya harap yang lain tidak melakukan hal yang sama,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Dirlantas mempertimbangkan kembali memasang spanduk ”tolak pungli”. Spanduk serupa pernah dipasang di berbagai pos polisi lalu lintas.

Spanduk tersebut berfungsi sebagai pengingat aparat untuk tidak melakukan pungli.

Polda juga mempertimbangkan pe­masangan CCTV agar pengawasan bisa lebih ketat.

”(Spanduk) mungkin akan kami pasang lagi. Yang lama mungkin rusak. CCTV kami kaji dulu,” katanya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono mengatakan, mutasi pelaku pungli dilakukan supaya keduanya bisa dipantau secara intensif selama proses penyelidikan berlangsung.

”Itu merupakan sanksi administrasi,” ungkapnya.

Tak tertutup kemungkinan, lanjut dia, saksi administrasi akan meningkat ke sanksi lain. Jika terbukti sengaja melakukan pungutan liar  untuk mengeruk keuntungan pribadi, keduanya bisa dipidana.

”Tegantung hasil pemeriksaan. Ini masih kami dalami,” ujarnya.

Menurut dia, tindakan kedua anggota tersebut melanggar aturan dan mencoreng institusi kepolisian.

”Saya sangat menyayangkan tindakan tersebut. Padahal imbauan dan penindakan sudah dilakukan,” jelasnya.

Senada dengan Istu, Djihartono juga mengimbau personel lain, khususnya di Satuan Lalu Lintas, agar tidak melakukan hal serupa.

Diserahkan ke Atasan

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jateng Kombes Hendra Supriatna mengatakan, semula pihaknya menangani laporan pengendara sepeda motor asal Jakarta tujuan Ponorogo karena dimintai uang tilang Rp 750 ribu. Pihaknya lalu mengkonfrontasi pelapor dengan Brigader E yang diduga menyodorkan opsi ”damai” agar tidak ditilang.

”Pengendara memang salah dan minta tidak ditilang. Lalu Brigadir E menawari damai dengan biaya Rp 750 ribu. Pe­ngendara tak bayar dan tetap di lokasi, lalu ada yang lapor kepada kami,” ungkapnya.

Konteks tersebut tidak tergolong pungli, kata Hendra, tetapi terjadi tawar-menawar antara polisi dan pengendara.

”Jika pengendara salah ya ditilang langsung saja. Memang itu bukan pungli, tapi ada perbuakan tidak baik oleh Brigadir E,” ujarnya.

Saat menangani Brigadir E di Pospol Kalibanteng, pihaknya dikejutkan ulah seorang sopir truk yang menaruh uang Rp 20 ribu di meja yang menghadap Aiptu S. Uang tersebut dibiarkan saja oleh S. Di dalam pospol terdapat lima polisi, termasuk E dan S. Mereka pun dibawa ke Mapolda Jateng untuk diperiksa.

”Keduanya diserahkan kepada atasan yang berhak menghukum (ankum), yakni kapolrestabes. Sanksinya bisa sampai disiplin,” ungkapnya.

Sementara itu, tujuh polisi yang ditangkap aparat Propam Polda lantaran diduga melakukan pungli di Jembatan Comal juga dikembalikan ke Polres Pemalang. Mereka kembali bertugas dengan pengawasan ketat.

Kapolres AKBP Dedi Wiratmo melalui Kasubag Humas AKP Harsono mengatakan, tujuh polisi itu sudah kembali ke kesatuan.

”Sekarang sudah kembali ke Polres Pemalang, bertugas seperti biasa, namun tetap dalam pantauan Polda,” kata Harsono.

Ketujuh polisi tersebut ditangkap pada Sabtu (9/8) dini hari karena memungut pungli dari sejumlah awak truk yang hendak melintas di Jembatan Comal. Kapolres tak ingin pelanggaran serupa terjadi lagi.

Karena itu dilakukan beberapa upaya, salah satunya penandatanganan pakta integritas 72 anggota Satlantas yang tidak terlibat kasus pungli tersebut. Kapolres belum bersedia menjelaskan lebih lanjut tentang proses sidang terhadap tujuh personel yang terbukti terlibat.

Komisioner Komisi Kepolisian Na­sional  Hamidah Abdurrahman menga­takan, penangkapan polisi yang melakukan pungli merupakan momentum bagus untuk bersih-bersih di internal Polri. Namun, dia meminta langkah tersebut tidak sekadar sebagai show of force, tapi harus ditindaklanjuti dengan penegakan hukum yang tegas.

”Polri harus menindaklanjuti kasus ini sebagai momentum pemberantasan korupsi, termasuk pungli, oleh anggotanya,” kata Hamidah. (K40,H74,K44,H68,C28-59)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/18/270585

18 Agustus 2014 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: