KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pemkab Perketat Pencairan Bansos


SUARA MERDEKA – Jum’at, 08 Agustus 2014

  • Dinilai Rawan Penyimpangan

DEMAK – Pemkab Demak memperketat proses pencairan dana hibah dan bantuan sosial (bansos) bersumber dari APBD II TA 2014 yang besarnya mencapai puluhan miliar rupiah. Sebab, dana yang semestinya untuk pembangunan daerah itu ditengarai lebih banyak dialokasikan untuk dana aspirasi yang berpotensi diselewengkan. Bupati Moh Dachirin Said menyatakan, dana hibah dan bansos tidak dapat diproses pencairannya pada awal tahun berdasarkan surat imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) No B-14/01- 15/01/2014 tertanggal 6 Januari 2014. KPK meminta pencairan dana hibah dan bansos sebaiknya dilaksanakan setelah pemilihan umum legislatif (pileg) dan pemilihan umum presiden (pilpres). ”Belum lama ini, Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Korupsi terdiri atas Deputi Bidang Pencegahan KPK dan BPKP Perwakilan Jawa Tengah memberikan catatan khusus pada dana hibah dan bansos di Kabupaten Demak untuk Tahun Anggaran 2014,” katanya, kemarin.

Tim tersebut, lanjutnya, meminta agar pengelolaan belanja hibah dan bansos dilaksanakan sesuai dengan Permendagri No 32/2011 tentang Pedoman Pengelolaan Belanja Hibah dan Bansos yang bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah dengan Permendagri No 39/2012. Berdasarkan penelusuran daftar penerima hibah dan bansos, ternyata mekanismenya banyak yang tidak menggunakan proposal. Bahkan, dari sumber yang bisa dipercaya, besaran bantuan yang ditetapkan tidak rasional dengan nominal mencapai Rp 200 juta hanya untuk satu madrasah diniyah.

Disesuaikan Aturan

Menurut Bupati, proses pencairan hibah dan bansos semestinya mendasarkan pada empat asas, yakni bermanfaat, keadilan, kepatutan dan rasional. ”Kami telah berkoordinasi dengan Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Korupsi dengan hasil bantuan hibah dan bansos pada tahun ini bisa dilaksanakan jika sesuai dengan aturan.” Terpisah, Wakil Ketua DPRD Demak, Mugiyono menyepakati bahwa pengajuan dan pencairan dana hibah bansos disesuaikan dengan aturan perundang-undangan yang ada. Jika pada proses pengajuan ataupun pencairan tidak sesuai dengan mekanisme, maka pihaknya mempersilakan dibatalkan. ”Silakan, jika ada yang didrop nantinya bisa masuk Silpa dan kembali dianggarkan pada tahun mendatang.

Pada dasarnya, kami sepakat baik pengajuan ataupun pencairan hibah bansos ini disesuaikan dengan aturan hukum yang berlaku,” imbuhnya. Sementara itu, Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD) M Rifai menilai, sikap Pemkab untuk memperketat pencairan bantuan hibah dan bansos tersebut sudah tepat. Pasalnya, dana tersebut rawan diselewengkan baik dalam penganggaran dan penggunaannya.

Menurutnya, pengajuan dan pemberian dana hibah serta bansos ini sangat longgar. Ia memisalkan satu yayasan yang ditetapkan sebagai penerima bantuan itu ada yang memiliki empat lembaga, dimana semuanya menerima hibah pada tahun anggaran yang sama. ”Apakah layak kalau mushala mendapat hibah Rp 100 juta. Padahal hanya untuk perbaikan. Kami mendesak Pemkab agar lebih selektif lagi dan tidak hanya menerima pertanggungjawaban secara administratif, tapi juga harus melihat faktual fisiknya,” katanya. Informasi yang dihimpun, alokasi bantuan hibah dan bansos paling besar melalui Bagian Kesra Setda Demak dengan nominal mencapai Rp 40 miliar. Alokasi sebesar itu terinci pada Rp 700 juta untuk tempat ibadah, Rp 8 miliar untuk madrasah diniyah dan sisanya aspirasi. (J9-64)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/08/269534

18 Agustus 2014 - Posted by | DEMAK

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: