KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Yanuelva Tak Tersentuh


SUARA MERDEKA – Senin, 04 Agustus 2014

  • 1,5 Tahun Jadi Buron Kejati

image
SM/DokYanuelva Etliana

SEMARANG – Yanuelva Etliana sangat licin bak belut. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng mengakui saking licinnya, Dirut CV Enhat itu tak bisa ditangkap. CV Enhat itu tak bisa ditangkap. ”Dia (Yanuelva-Red) sangat licin. Kami mengimbau kalau ada masyarakat yang melihat bisa menginformasikan ke Kejati. Pernah ada informasi, kami langsung mengejarnya ternyata dia tidak ada,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng Masyhudi, kemarin.

Kejaksaan tidak patah arang. Pihaknya tetap akan terus mengejar terpidana kasus korupsi Bank Jateng yang telah divonis 15 tahun penjara itu. Masyhudi menyadari masyarakat juga menunggu penangkapan terpidana korupsi tersebut. Karenanya, diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat untuk bisa menangkap Yanuelva. Bantuan informasi akan sangat membantu dalam mengungkap keberadaan buron yang telah menyebabkan kredit macet di bank milik Pemprov Jateng sebesar Rp 25,6 miliar itu.

Catatan informasi, Yanuelva telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Dia pun juga didenda Rp 500 juta setara dengan enam bulan kurungan. Hukuman itu dijatuhkan dalam sidang yang diketuai Jhon Halasan Butar butar tanpa dihadiri Yanuelva pada Kamis, 1 November 2012. Selain itu, dia juga dipidana tambahan berupa kewajiban mengganti kerugian negara Rp 39 miliar dengan konsekuensinya penyitaan harta benda atau hukuman pengganti delapan tahun penjara. Giatkan Pengejaran Dalam perkara ini, Yanuelva dinilai melakukan tindak pidana korupsi bersama beberapa pejabat yang menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan Surat Perintah Pekerjaan (SPP) fiktif, serta bersama analis kredit di Bank Jateng Cabang Koordinator Semarang dan Bank Jateng Syariah (BJS) Semarang. Pada 2011 dengan menjaminkan 24 SPPdan SPMK yang tak bernilai anggaran, Yanuelva berhasil mencairkan kredit Rp 14,35 miliar dari Bank Jateng Cabang Semarang. Kredit itu hanya dikembalikan sebagian kecil, sisanya Rp 13,8 miliar macet. Dari BJS Semarang, Yanuelva mendapatkan kredit Rp 29,5 miliar dengan bermodalkan 27 SPPdan SPMK fiktif. Seluruh pengajuan pinjaman itu dilakukan terpidana melalui CV pinjaman.

Pada 2010 modus serupa juga dipakai Yanuelva di BJS Semarang dan berhasil mendapatkan pinjaman Rp 37,2 miliar tapi sebesar Rp 25,6 miliar macet. Kepala Kejati Jateng Babul Khoir meminta Aspidsus terus menggiatkan pengejaran guna menangkap DPO, termasuk Yanuelva. ”Selama saya menjabat sudah ada 20 orang DPO tereksekusi, sampai yang terakhir Bambang Guritno (mantan bupati Semarang). Yang belum dieksekusi masih banyak, ada 28 tersangka lagi,” ungkapnya. (J17-90)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/04/269094

15 Agustus 2014 - Posted by | SEMARANG, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: