KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Semua Bisa Berantas Korupsi


 

 

Apapun jabatan dan profesi yang disandang, setiap rakyat Indonesia punya kesempatan untuk berpartisipasi memberantas korupsi. Asal ada keinginan, niat bersama untuk menjadikan negara ini bebas dari korupsi, tindakan apapun yang mendukung nilai-nilai antikorupsi akan dilakukan mulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Pemberantasan korupsi itu tak seperti pabrik yang harus membuat produk yang seragam, cara yang sama. Semakin beragam cara dan bervariasi metode, efektivitas pemberantasan korupsi akan semakin tinggi.

Ya, semua bisa beraksi sesuai dengan cara dan kreasi masing-masing, radio komunitas bisa menggaungkan pesan antikorupsi lewat udara, seniman bisa berkreasi lewat lagu, teater, mural, lukisan, bahkan seni patung yang menyuarakan antikorupsi. Belum lagi kaum perempuan lewat komunitasnya juga punya cara tersendiri untuk berperan memberantas korupsi.

Beberapa minggu lalu, sekelompok perempuan aktivis gereja di sebuah kawasan hunian di Tangerang ingin mengetahui lebih banyak tentang korupsi, sesuatu yang sering mereka dengar tetapi tidak sepenuhnya mereka mengerti. Melalui modul “Saya, Perempuan Antikorupsi” mereka kemudian melek mengenai korupsi dan juga bahayanya jika kita membiarkan korupsi ini terjadi di sekitar kita. Pada akhirnya para aktivis gereja itu ingin meluaskan lagi pengetahuan ini ke lebih banyak kelompok di gereja tersebut.

Cerita serupa terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sekumpulan ibu-ibu PKK, guru, pegawai negeri sipil dan aktivis LSM mencoba permainan menyerupai arisan untuk mengenal lebih jauh tentang korupsi. Mereka terkaget-kaget bahwa memberikan uang terima kasih sebesar Rp 10 ribu kepada pegawai kelurahan untuk pengurus KTP agar lebih cepat selesai, itu bisa dikategorikan korupsi. Hal-hal yang selama ini mereka anggap wajar, tanpa disadari mereka turut menumbuhkan korupsi di negara ini.

Di beberapa kota kecamatan dan desa, banyak warga antusias mengurus semua perbaikan jalan atau fasilitas untuk mereka sendiri lewat Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Mereka secara bergotong-royong memulai perencanaan, menghitung anggaran hingga mengawasi proyek tersebut bersama-sama. Mereka turut ambil bagian untuk memberantas korupsi di lingkungan terdekatnya. Mereka mencoba saling terbuka, memberlakukan azas transparasi untuk semua pekerjaan yang dilakukan. Apalagi ini memang untuk kebutuhan mereka sendiri, tanpa transparansi tentu mereka sendiri yang akan merugi.

Apapun itu dan sekecil apapun usaha untuk  tahu lebih banyak tentang korupsi, lalu beraksi untuk membantu pemberantasan korupsi di negeri ini patut diapresiasi. Semakin banyak orang atau kelompok yang menyumbangkan aksi mereka melawan korupsi, semakin cepat pengetahuan tentang korupsi ini menguar ke khalayak. Jika sudah begitu, diharapkan kita takut berbuat korup, berbuat hina yang merugikan rakyat banyak. Mari rapatkan barisan, kita semua bisa beraksi sesuai dengan kemampuan kita untuk bisa berantas korupsi.

 

Apa aksimu untuk berantas korupsi?

Sumber : http://acch.kpk.go.id/semua-bisa-berantas-korupsi-1

Iklan

15 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KPK

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: