KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pungli Uji Kir Merajalela


SUARA MERDEKA – Senin, 11 Agustus 2014

  • Pemilik Truk Bayar Dua Kali Lipat

SEMARANG – Meski kerap disorot, praktik pungutan liar (pungli) dalam uji kendaraan bermotor atau uji kir masih merajalela di Jawa Tengah. Pemilik perusahaan ekspedisi asal Kabupaten Semarang Sp (35) dibuat geregetan karena harus membayar dua kali lipat lebih mahal dibanding tarif resmi setiap kali uji kir.

”Kan sudah ada di papan pengumuman tarif resminya, tapi kami keluar uang dua kali lipatnya karena ada biaya lain tanpa kuitansi,” katanya, Minggu (10/8). Dia menjelaskan, biaya tak resmi itu dibayarkan langsung kepada petugas saat kendaraan memasuki lokasi uji kir. Untuk mobil pikap biaya uji sekitar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu, sedangkan truk besar, seperti tronton Rp 60 ribu dan trailer Rp 130 ribu. Usai pengujian, pemilik kendaraan masih harus membayar biaya resmi sebesar Rp 60 ribu-Rp 70 ribu untuk kendaraan kecil dan Rp 120 ribu untuk tronton. ”Hal itu belum termasuk biaya cetok pelat nomor, pengecatan stempel uji berkala, dan uang Organda sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu,” katanya. Di sisi lain, Sp mempertanyakan pengujian kendaraan di Balai Uji Kir Kabupaten Semarang yang terkesan formalitas.

Dalam buku uji kir, dia melihat ada lebih dari 30 item yang harus diuji. Praktiknya, petugas hanya melihat- lihat kendaraan sekilas, kemudian langsung meloloskannya setelah mendapat uang. ”Di situ kan banyak alat uji tapi tidak digunakan. Paling hanya cek lampu reting, stir, dan tes rem saja,” jelasnya. Kesaksian lain diungkapkan Kb (45) warga asap Semarang. Pemilik kendaraan colt diesel itu mengatakan, pungli paling kentara di Balai Uji Kir Kota Semarang. Pengurusan uji kir harus menggunakan calo. Untuk sekali uji kir, dia mengeluarkan Rp 250 ribu.

Dia tidak paham uang itu untuk apa saja. Sebab, setiap kali uji kir, yang dia lakukan hanya menghubungi calo. Kemudian membawa kendaraan ke balai pada waktu yang ditentukan. Bahkan, kendaraan tak masuk balai pun bisa tetap lolos uji kir dengan membayar lebih tinggi. ”Makelarnya banyak sekali, mungkin lebih dari 30-an,” ungkapnya. Menurut dia, pungli dan keberadaan calo uji kir ada di hampir semua kabupaten/kota. Dia berharap pungli dihapuskan karena memberatkan pemilik kendaraan.

Ngemel

Sementara Sh (47), sopir tronton asal Demak menyatakan, bagi pemilik truk tua, pungli itu menguntungkan. Sebab, dengan uji kir yang sebenarnya, mereka akan keluar banyak uang karena harus mengganti spare part dengan yang layak. Jika tidak, sebelum ke balai kir, pemilik truk harus pinjam spare part untuk mengakali petugas.

”Ban vulkanisir diganti dulu dengan yang baru, pulang dari uji kir dibalikin lagi, repot kan. Kalau pakai calo atau ngemel kan tidak perlu, dijamin lolos,” katanya. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang Prayitno Sudaryanto menyatakan, dirinya belum menerima pengaduan dari masyarakat terkait pungli yang dilakukan bawahannya. Prayitno mengatakan, selalu menekankan agar bawahannya patuh dan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP). ”Belum lama ini ada perwakilan sertifikasi ISO yang melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya, tidak menemukan indikasi tadi,” katanya.

Dia berjanji akan melakukan pengecekan terhadap informasi yang masuk. Menurutnya, bisa saja pemilik kendaraan diwajibkan membayar lebih karena yang bersangkutan terkena denda keterlambatan. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, banyak laporan dari masyarakat terkait pungli uji kir. Namun untuk menindak sendiri, Ganjar tak bisa meniru Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menemukan pungli uji kir di Jakarta Barat.

”Wewenang uji kir ada di pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Komplainnya soal pungli, lha wong itu bayar tidak ada kuitansinya, tidak ada apa-apanya,” jelasnya. Kendati demikian, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan memorandum of understanding( MoU) dengan kepolisian agar uji kir bersih tanpa pungli. (H68,H86,J8-71)

Sumber : Suara Merdeka Cetak

Iklan

15 Agustus 2014 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: