KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Disidang, Mantan Bupati Kendal Tak Ditahan


SUARA MERDEKA – Sabtu, 05 Agustus 2014

  • Korupsi Dana Bansos

image
SM/dokSiti Nurmakesi

SEMARANG – Mantan bupati Kendal Siti Nurmarkesi menjalani sidang pertama dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kabupaten Kendal 2010 sebesar Rp 1,3 miliar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (4/8).

 Meski jaksa menyebutkan terdakwa bersalah atas pencairan dana bansos, namun Nurmarkesi masih bisa bernapas lega karena tidak ditahan dalam perkara tersebut. 

Dakwaan itu dibacakan secara bergantian oleh jaksa dari Ke­jaksaan Negeri (Kejari) Kendal, Erni Trismayati, Pudji Pur­wainging, dan Natalia Kristin.

Jaksa Erni menyebutkan, dana bansos itu seharusnya disalurkan kepada penerimanya pada Januari hingga Februari 2010.

 Namun, saat pencairan terjadi pe­nye­lewengan karena dana berpindah rekening dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Ke­uangan dan Aset Daerah (DPPAD) Kabupaten Kendal ke rekening bendahara pembantu Bagian Kesra pada 23 Februari 2010.

“Diduga telah terjadi penye­lewengan dana bansos secara bersama-sama. Dana itu sedianya disalurkan untuk membiayai 336 kegiatan keagamaan di Kabu­paten Kendal,” ka­tanya saat membacakan dakwaannya.

Nurmarkesi didakwa mela­kukan tindak pidana korupsi sesuai Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah menjadi UU Nomor 20/ 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Penangguhan Penahanan

Sidang itu diketuai hakim Gatot Susanto didampingi dua ang­gotanya Dwi Prapti dan Kalimatul Jumro.

Sebagaimana diberitakan, dana bansos tersebut disalurkan mendasari SK Bupati Kendal yang saat itu dijabat terdakwa.

 Selain Nurmarkesi, terdakwa lain dalam kasus ini ialah mantan kepala Bagian Kesra Kabupaten Kendal Abdulroh­man, mantan bendahara Bagian Kesra Ka­bupaten Kendal Romlah, dan mantan kepala Sub Seksi Agama, Pendidikan, dan Bu­daya (Kasubsi APB) Sekretariat Kabupaten Kendal Ahmad Rikza.

Atas dakwaan setebal 44 halaman itu, terdakwa akan mengajukan nota keberatan yang akan disampaikan pada sidang be­rikutnya.

Dalam sidang ini, Nurmarkesi juga mengajukan surat penangguhan penahanan.

Kuasa Hu­kum Nurmarkesi, Arif Nuroch­man Sulistyo mengatakan, menjadi hak terdakwa apabila yang bersangkutan tak ditahan.

“Yang jelas, kami menghormati ketentuan hukum. Suaminya menjamin (penangguhan penahanan-Red ), kami sebagai penasihat hukum juga menjamin,” ungkapnya.

Arif juga menilai dakwaan jaksa tidak mendasar. Sebab, perkara kliennya itu masuk dalam pelanggaran administrasi, yakni melanggar peraturan gubernur. (J17,J14-71)

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/05/269278

15 Agustus 2014 - Posted by | KENDAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: