KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Daming Terus Disorot


 SUARA MERDEKA – Rabu, 06 Agustus 2014

image
SM/dok

SEMARANG – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Semarang yang baru Muh Daming Sanusi  ”diam-diam” sudah bertugas. Penggati Cicut Sutiarso gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pengadilan negeri pascalibur panjang Hari Raya Fitri 1435 Hijriah. Namun dia tetap menjadi sorotan Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang Fatkhurozi. Dia menilai penempatan Daming sebagai Ketua PT Semarang sangat tidak tepat karena candaan tentang pemerkosaan.

Meski demikian, Humas PT Semarang Sumanto kembali menegaskan, tidak ada masalah dengan keberadaan Daming sebagai pimpinan di institusi itu. “Tidak ada problem, kami hanya sebagai user (pemakai-red) karena sudah ada SK (surat keputusan-red) Mahkamah Agung,” tandasnya ditemui di kantor PT di Jl Pahlawan, Semarang, Selasa (5/8).

Daming tidak ada di ruang kerjanya karena menjalani sidak di Pengadilan Negeri (PN) Ungaran. Selama dua hari berturut-turut, mantan ketua PT Palembang ini memantau kedisiplinan pegawai sekaligus melakukan pembinaan di lingkup jajarannya. Sebelumnya, Senin (4/8), ia juga sidak di Pengadilan Tipikor Semarang dan PN Semarang. Menurut Sumanto, pimpinan itu tidak hanya melakukan sidak tetapi juga melakukan pembinaan melalui rapat koordinasi bulanan antara ketua PN dan panitera se-Jateng.

Dia menjelaskan, Daming dilantik dan disumpah menjadi ketua PT Semarang menggantikan pejabat lama Cicut Sutiarso yang menjalani studi doktoral di salah satu universitas di Canberra, Australia.

Pelantikan di Kantor MA pada 12 Juni lalu, seminggu kemudian Daming bertugas di kantor di Semarang. “Pelantikannya bersamaan 14 pengadilan tinggi lain di Mahkamah Agung. Tidak ada serah terima jabatan di PT Semarang karena pejabat lama sudah menjalani tugas belajar di Australia,” tambah Sumanto.

Gagal

Seperti diketahui, Daming gagal menjadi Hakim Agung karena bercanda saat uji kelayakan dan kepatutan di DPR pada Januari 2013. Dia bercanda bahwa pemerkosa dan korban sama-sama menikmati. Sebelumnya, Komisi Yudisial (KY) mengusulkan Daming diberhentikan sebagai hakim. Namun ribuan hakim menolak pemecatan tersebut, termasuk MA. Hingga kini, MA belum meneruskan rekomendasi pemecatan itu kepada Majelis Kehormatan Hakim.

Menurut Fatkhurozi, pernyataan Daming itu sebagai bentuk perbuatan yang merendahkan martabat korban kekerasan seksual. Hal itu merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan sebagaimana dinyatakan dalam Konvensi CEDAW yang diratifikasi melalui UU Nomor 7/ 1984. LRC-KJHAM melihat tingginya kasus kekerasan khususnya perkosaan di Jateng terus meningkat setiap tahunnya.

Dari 460 kasus kekerasan terhadap perempuan di tahun 2013 sebanyak 64% adalah kekerasan seksual. Hingga bulan Juni 2014, tercatat 222 kasus terjadi di Jateng dan 75% di antaranya adalah kasus kekerasan seksual.  Penegakan hukum sangat buruk dan tidak menghormati hak asasi korbannya. “Para pelaku dibiarkan bebas serta tidak diajukan ke pengadilan untuk jatuhi hukuman. Berdasarkan laporan LRC-KJHAM yang dipublikasikan pada tanggal 24 Juli 2014, jumlah kasus kekerasan seksual di Jawa Tengah yang sudah divonis oleh pengadilan kurang dari 20 % dan putusannya pun cenderung rendah atau ringan,’’ kata Fatkhurozi.

Ia menilai keberadaan Daming akan menyulitkan komitmen lembaga atau aparat penegak hukum dalam upaya menegakkan hak-hak korban kekerasan seksual di Jateng.

’’Kami sudah mengajukan surat keberatan dan menolak atas keputusan MA tapi ternyata hal ini tidak diperhatikan. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana keadilan para korban perkosaan dan korban kekerasan seksual lainya memperoleh hak atas keadilan dan kebenaran kalau lembaga pengadilannya dipimpin oleh orang yang telah melukai, menyerang dan merendahkan martabat para korbannya,’’ tuturnya.  (J17,J14-80 )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/06/269392

15 Agustus 2014 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: