KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Angie Pantau Fee Jatah Komisi


SUARA MERDEKA – Jum’at, 15 Agustus 2014

image
SM/Antara KESAKSIAN ANGIE:Angelina Sondakh bersaksi pada sidang dugaan suap proyek Habalang dengan terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/8). (58)

JAKARTA- Mantan anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh mengaku pernah diminta Muhammad Nazaruddin, agar tidak mengganggu program kementerian yang dipegang kader Demokrat.

Dua kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi X adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan Nasional. Dia mendapat tugas memantau fee untuk Komisi X. “Menteri dari Demokrat, maka tidak boleh dikritisi programnya. Jadi harus mendukung,” kata Angie saat bersaksi untuk terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (14/8).

Selain itu, politikus Demokrat yang biasa disapa Angie itu juga mengaku diminta Nazar untuk memantau fee dari proyek Kemdikbud. “Semua dikatakan Pak Nazar 1 persen untuk komisi, 1 persen untuk pimpinan Banggar, dan 3 persen untuk fraksi urusan Nazar. Mbak Angie memantau 1 persen saja yang penting di komisi uang parkir jatah Demokrat diberikan,” paparnya.

Menurut Angie, saat itu Nazar memintanya untuk mengikuti. “Kalau mau (almarhum Adjie Massaid) di Komisi V, Mbak Angie ikuti kata-kata saya saja, nanti saya upayakan Mas Adjie menjadi Ketua Komisi V,” kata Angie yang sedikit tersedu. Adjie adalah suami Angelina. Namun saat disinggung apakah Anas ikut mengetahui proyek-proyek di Kemenpora dan Kemdikbud, Angie membantahnya.

“Pak Anas tidak tahu, yang perintahkan langsung Pak Nazar. Namanya Bendahara, punya komunikasi sendiri dengan Nazar,” ucap dia. Mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menyesali Anas Urbaningrum terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat, karena menilai Anas tidak membantu untuk mengurus proyek-proyek yang ditangani Nazaruddin.

“Dia (Nazaruddin) menyesal Pak Anas menjadi ketua umum Demokrat karena Pak Anas tidak bisa diatur untuk menggolkan proyek proyeknya, justru yang banyak membantu itu yang banyak membantu itu DPR, Pak MA(Marzuki Alie),” kata mantan staf ahli Nazaruddin di DPR, Nuril Anwar dalam sidang.

Nuril menjadi saksi untuk terdakwa mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam sidang perkara penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek pemerintah dan tindak pidana pencucian uang.(ant,dtc-80)

Sumber : Suara Merdeka Cetak

15 Agustus 2014 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: